28 Mei 2018

Pemprov Dukung Peranan Marinir dalam Pembangunan Lampung

Pemprov Dukung Peranan Marinir dalam Pembangunan Lampung

Foto Dok Humas 
PESAWARAN - Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung peranan Marinir dalam pembangunan dan kemajuan Lampung. Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Taufik Hidayat saat menghadiri Upacara Serah terima jabatan (Seritjab) Komandan Brigade Infanteri (Brigif) -3 Marinir, dari Kolonel (Mar) Agung Trisnanto kepada Kolonel (Mar) Bambang Hadi Suseno, di Lapangan Mako Yonif-7, Ketapang, Teluk Pandan, Pesawaran, baru-baru ini.

"Keberadaan Marinir sangat mendukung pembangunan, Kemajuan dan Keamanan Provinsi Lampung. Hal ini terbukti dari tidak adanya gangguan maupun ancaman yang mengganggu stabilitas keamanan perairan di Provinsi Lampung. Untuk itu Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperbaiki infrastruktur jalan menuju markas komando Pemerintah Provinsi Lampng terus berusaha selalu memperbaiki ruas jalan yang ada menuju mako, untuk memudahkan hubungan pasukan menuju daerah lain," kata Taufik.

Taufik juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Kolonel (Mar) Bambang Hadi Suseno. "Dengan komandan yang baru ini mudah mudahan Brigif lebih baik lagi ke depannya," ujar Taufik.

Kolonel (Mar) Bambang Hadi Suseno, yang kini menjabat sebagai Komandan Brigif – 3 Marinir sebelumnya mengemban jabatan sebagai Danpuslatmar Kodiklatal di Surabaya Sedangkan, Kolonel (Mar) Agung Trisnanto yang sebelumnya Komandan Brigif-3 Marinir, Melanjutkan pendidikan Lemhanas di Jakarta.

Dalam acara sertijab itu, inspektur upacara dipimpin langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Bambang Suswantono. Turut hadir sejumlah anggota Forkopimda Provinsi Lampung.

Brigif 3 mempunyai tugas membina satuan dalam menyiapkan kekuatan dan operasional sebagai satuan pendarat amfibi dalam rangka proyeksi kekuatan ke darat melalui jalur laut, operasi pertahanan pantai dan tugas tempur lainnya.(Humas Prov)

27 Mei 2018

Sosok Aman Abdurahman (Sebuah Konsep Amaliyah Yang Gagal)

Sosok Aman Abdurahman (Sebuah Konsep Amaliyah Yang Gagal)

ilustrasi


Oleh
Hamidin

Setelah rangkaian  teror yang diduga melibatkan oman seperti bom bunuh diri di Kampung Melayu, Bom Sarinah Thamrin, Bom Gereja Samarinda, Penyerangan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Penyerangan terhadap polisi di Bima  Nusa Tenggara Barat, maka Rangkaian teror yang terakhir seperti kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Bom Bunuh Diri di Surabaya, Bom Sidoarjo serta Serangan terhadap Personil di Markas Polda Riau pada awal  mei tahun ini telah melambungkan Rating berita tentang kekejaman Sosok Oman Rochman atau Aman yang bernama asli Abdurachman.

Dilihat dari fisik dan tampilan saat sidang maupun saat dia tampil di media, sebetulnya tidak ada hal yang begitu khusus apalagi menarik dari sosok Oman. Penampilannya yang " Kucel", dengan jenggot berantakan, rambut gondrong dengan tutup kepala ala  Afganistan yang dipasang apa adanya menunjukkan lelaki kelahiran Sumedang 5 Januari 1972 ini kelihatan tampil sangat percaya diri.     

Pertanyaan yang diajukan Hakim selalu dijawabnya dengan tegas, tenang dan dengan penuh rasa percaya diri. Penasehat hukum yang merupakan hak hukum dan sebagai kelengkapan sistem peradilan bagi pesakitan pidana bukan kebutuhan mendasar baginya.   

Lelaki yang terakhir beralamat di Jl. Bakti Abri Gang Adul Kampung Sindang Karsa Rt 03/08 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cimanggis Depok ini, merupakan anak ke-empat dari delapan bersaudara. Ia memiliki dua anak laki-laki  dari hasil pernikahan dengan wanita dikampungnya bernama Ratu Lina Rusliawati yang  dinikahinya pada 5 Juni 1999 di Kampung Cipanteneun Rt 01 Rw 07 Desa Licin Kecamatan Cimalaka Sumedang. 

Dari hasil penelusuran dan dialog dengan berbagai sumber penulis mendapat informasi bahwa sebetulnya Oman tergolong pemuda cerdas. Ia mendapat predikat akademis cumlaude saat lulus dari LIPIA ( Lembaga Ilmu Pengetahuhan Islam dan Arab ) di Salemba Tahun 1999.

Pendidikan setingkat SMA diselesaikannya di MAPK ( Madrasah Aliyah Program khusus) di Ciamis pada tahun 1992. Selanjutnya pendidikan SMP di Sumedang tepatnya di MTSN ( Madrasah Tsanawiyah Negeri) tahun 1989 dan Sekolah Dasar di SDN Cimalaka tahun 1986.
Setelah lulus kuliah dan menikah, Oman menetap di Cimanggis depok pada tahun 1999 sampai Mei 2000 dengan profesi sebagai tenaga mengajar di Pesantren Tahfidzh Al-quran Al-Hikmah sekaligus sebagai Koordinator Kaderisasi Instruktur Al-quran bidang study menghafal Al-quran di Cirebon.

Pada Juni 2000 sampai dengan April 2003 Oman menjadi Imam Mesjid Al-Sofwa Lenteng Agung Jakarta Selatan. Ditengah kesibukannya mensyiarkan Islam ia pun merangkap jadi Dosen Bantu di LIPIA selama setahun. Pada Mei dan Juni 2003 menjabat Kepala Pesantren Darul Ulum Ciapus Bogor dan Dosen di Akademi Dakwah Islamiyah di Leauwiliang Bogor Jawa Barat.

Sejak 2003 hingga ditangkap ( penangkapan pertama ) dia bekerja sebagai Bandar Donat di Leauwililiang dengan sistem bagi hasil melalui cara pemberian modal kepada satu atau dua orang untuk membeli dan menjual Donat dengan pembagian hasil 50% keuntungan.

Konsep Amaliyah Yang Tidak Sempurna

Penerimaan seseorang tentang sebuah konsep pemikiran antara seseorang dengan orang lain sangatlah berbeda beda. Lingkungan, keluarga, tingkat pendidikan serta penggagas konsep itu adalah faktor utama seseorang menerima konsep atau tidak. Konsep pemikiran juga dipengaruhi oleh siapa yang menyampaikan. Artinya penanaman doktrin dari siapa atau gurunya siapa.

Untuk mencari tahu kadar Radikalisme Oman - Beberapa hari yang lalu dalam sebuah diskusi  penulis bertanya kepada teman  tentang makna " jihad". Penulis bertanya  kepadanya karena penulis anggap  teman yang satu ini sangat paham dengan sejarah Islam. Secara umum dijelaskan bahwa jihad berasal dari kata  dalam bahsa arab " judhun" yang berarti kekuatan dan " jahada" yang berarti usaha.

Jihad merupakan usaha untuk mencapai jalan kebenaran sesuai keyakinan, dengan seluruh kemampuan dan kekuatan diri sendiri. Dia mengingatkan sejatinya dalam Al-quran pengertian Jihad hanya terbatas pada Jihad melawan musuh yang nyata, Jihad melawan setan, Jihad melawan hawa nafsu.

Thema jihad dan yang seakar dengannya hanya disebutkan sebanyak 41 kali dijelaskan berbagai surah dalam Al-quran. Dalam penjelasannya ada yang tertera dalam bentuk fi’il (kata kerja) dan ada pula yang tertera dalam bentuk ism (kata benda). Tidak ada satupun kalimat yang membenarkan seseorang membunuh untuk meyakinkan, memaksa orang lain ikut dalam Idiologinya.

Dosa besar katanya membunuh umat manusia ciptaan Allah SWT yang lemah lengah tanpa perlawanan. Apa lagi bunuh diri menggunakan bom. Dia menjelaskan kalau memahami jihad secara sempit, maka konteksnya adalah "Perang" dan membunuhi orang-orang secara serampangan. 

Dari persidangan ke persidangan yang mendudukan Oman sebagai terdakwa ada beberapa keterangan yang dapat disimpulkan dan yang mengidentifikasikan bahwa Oman adalah orang yang sangat Radikal. Dia adalah Radikalis sejati.  Beberapa hal yang lepas dari pengamatan publik antara lain :

1) Oman adalah orang yang beraliran atau berpaham Tauhid wal Jihad yakni ideologi jihad yang muncul di Irak pada 2001
2) Oman adalah seorang salifi menjadi takfiri jihadi dilihat dari keinginan kuat dan kemampuannya yang telah menerjemahkan lebih dari 50 kitab karangan Abu Muhammad al-Maqdisi tokoh radikalis yang berasal dari  yordania
3) Pada akhirnya untuk mencapai cita-cita idiologisnya Aman turut serta dalam pembentukan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang pemimpinnya adalah Amir Jamaah Islamiyah Abu Bakar Baasyir.

Juga dapat dipahami dari segi tampilan dan gayanya bahwa Oman adalah menganut aliran salafi yang menganut ajaran Al-Sunnah Waljamaah yang berpegang pada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya sesuai dengan pemahaman As-Salaf Ash Shalih yakni pemahaman yang dipegang oleh Rasullullah, para sahabatnya dan orang orang yang mengikuti dengan baik.

Kemudian beberapa teman Oman membuat kelompok kajian tauhid. Kepada kelompok ini yang terdiri dari para sahabat Oman antara lain,  Ferdiansyah alias Abu haya, Syarif hidayat, Andri Susanro alias khalid yang rumahnya terbakar, Agus susanto alias Mus,ab, Teguh alias Yakub, Edi alias Saad, kamaludin, Hadi alias Ubaidah, Teguh alias Usamah, Ahmad melan,j Kodrat, Ridwan, Ayub alias Daeng,  Amar alias Wedi. Kemudian juga bergabung kepada mereka seorang yang bernama Harun yang bertemu Aman  menjelang akhir Ramadhon di Masjid Alhikmah Tanjung Barat.

Dari komunikasi dengan Harunlah timbul insiatif untuk menjadikan Harun sebagai pelatih atau Pembimbing kegiatan Amaliya. Harun menyanggupi menyusun materi IDAD (Persiapan) Amaliyah yang berisi berbagai kegiatan seperti, latihan fisik, persenjataan, penyamaran dan peledakan. 

Khusus sang meaejer (Oman) kepada kelompok ini dia mengajarkan Ilmu Fiqih dan Ilmu Tauhid. Kelompok ini adalah murid setia yang tertutup serta ekslusif yang sangat rajin mengikuti pengajian Oman. Setelah latihan di lapangan UI depok , timbul ide untuk belajar membuat  Bom sebagai bagian penting dari IDAD. 

Kemudian untuk kepentingan tersebut Harun dan Oman mepersiapkam pelajaran teori membuat Bom. Untuk permulaan kepada kelompok eklusif ini mereka memberikan teori teori tentang bom secara umum  saja. Setelah secara teori dianggap cukup matang, maka  material bahan bom mereka beli. Bagai mana mendapat uangnya?  Tentu karena Oman tidak cukup uang mereka mengumpulkan dengan cara  patungan.

Bagi yang tidak mampu menyumbang cukup menonton dan boleh ikut praktek dan paling penting adalah memberikan support mental. Tidak membocorkan kegiatan. Kelompok adalah kelompok tertutup dengan pergerakan tertutup ( Tanzim ziri ). Oman pada setiap kesempatan selalu menjelaskan bahwa syarat yang disampaikan oleh Harun (Pembimbing) harus benar benar dipatuhi untuk bisa mengikuti pelatihan menuju A.

Maliyah dan perang bagi jihadis sempurna adalah 1) Memiliki Pemahaman Tauhid yang baik 2) Bisa menjaga Rahasia agar tidak bocor kepada Jamamah lain atau orang lain 3) mempertimbangkan maslahat dan madorot atau pertimbangan baik dan buruk. 

Dijelaskan oleh Oman dalam persidangan bahwa untuk pelatihan teori kepada kelompok diberikan di rumah Syarif  hidayat. Jenis materi teori yang diberikan adalah latihan 1).militer fisik, bongkar pasang senjata, peledakan atau cara peledakan dan penyamaran 2) gerakan militer seperti loncat harimau, jalan monyet, jalan kucing dan koprol 3) cara-cara perlindungan diri dari pantauan dan penglihatan. 4) pelajaran khusus membuat Bom rakitan yang terbuat dari bahan sulfur dll ( tidak penulis jelaskan gamblang disini ).

Yang menarik bahwa bagi kepentingan Tanzim ziri - dalam proses pembelajaran tidak boleh ada catatan. Dicatat setelah itu dihancurkan. Kecuali dua orang yang ditunjuk untuk kepentingan evaluasi saja. Adapun rencana dan praktek yang akan dibuat adalah perakitan Bom Api dan Bom Ledak. 

Khusus untuk instruktur IDAD ini ditunjuk Harun. Untuk persiapan membuat bom maka harun menginstruksikan untuk mencari Potasium,arang batok,belerang dan sedotan limun. Kemudian dengan sangat hati-hati dan tertutup mulailah mereka mempraktekan teori yang sudah mereka pelajari bersama.

Saat mencoba membuat bom api itulah, Bom kemudian meledak dan menyambar sebagian rumah. Karena memang sudah diincar dan diikuti lama oleh aparat akhirnya Oman ditangkap.
Oman ditangkap untuk pertama kalinya pada 21 Maret 2004 saat mereka sedang panik memadamkan kobaran api akibat kebakaran yang sebabkan bom api dirumah tempat dia ngontrak. Rumah tersebut adalah milik mertua sahabatnya Andri susantoalias khalid yang bernama ibu Sugeng di jl.Bakti Abri Gang Adul Kampung Sindang Karsa Rt 03/08 kelurahan Sukamaju Kecamatan Cimanggis Depok.

Kebakaran diakibatkan karena bom yang dirakitnya meledak secara prematur.  Banyak media kala itu menyebutnya sebagai " bom prematur" bahkan koran asing juga menyebutnya sebagai "premateur home made bomb". Dalam rangkaian penangkapan itu Oman tidak sendirian. Dia ditangkap bersama beberapa sahabat yang lain dalam kelompok Tanzim ziri mereka seperti Ferdiansyah alias Abu haya, Syarif hidayat, Andri Susanro alias khalid yang rumahnya terbakar, Agus susanto alias Mus,ab, Teguh alias Yakub.

Jadilah Konsep Amaliyah Oman menjadi konsep yang tidak sempurna dan gagal.
Itulah sekilas perjalan Oman Rachman alias aman abdurahman alias oman sang Pentolan ISIS Indonesia Sang Juragan Donat.(Diteruskan oleh Polda Lampung)