7 Januari 2016

Dua Kampung di Lamteng Terendam Banjir

SHARE
Gunungsugih : Banjir kembali melanda Kabupaten Lampung Tengah. Seperti tahun sebelumnya, banjir ini kembali terjadi di dua kampung di Kecamatan Bekri yakni Kampung Sinar Banten, dan kampung Goras Jaya. Menurut Sekretaris Badan Penanggulang Bencana Daerah ( BPBD) Lamteng, M. Juniar banjir terjadi dikarenakan tanggul penangkis tidak mampu menahan luapan air sungai way seputih. "Banjir tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Banjir ini karena luapan air sungai way seputih," kata Juniar melalui sambungan selulernya kemarin. Ia menjelaskan banjir terjadi sejak Selasa (5/1) malam hingga Rabu (6/1) siang. Banjir kali ini merendam 124 rumah di Kampung Goras Jaya ‎dan 15 rumah di kampung Sinar Banten."Total warga yang terkena musibah banjir ada sekitar 561 jiwa,"ujarnya. BPBD sambung Juniar sudah melakukan langkah cepat berkoordinasi dengan Bulog. Ia menjekaskan melalui bulog pihaknya akan memberikan bantuan beras sebanyak 1 ton. Selain itu kata Juniar di lokasi banjir juga sudah dibangun tenda-tenda darurat. "Kita sudah koordinasi dengan bulog. Kita siapkan 1 ton beras untuk masyarakat yang terkena banjir. Tenda darurat juga sudah dibangun dilokasi banjir. "jelasnya. Selain banjir, lanjut Juniar bencana alam angin puting beliung juga terjadi di Kecamatan Bekri, tepatnya di Kampung Kusuma Jaya dan Sinar Banten. Sedikitnya 6 rumah rusak di kampung Kusuma Jaya dan 8 rumah di kampung Sinar Banten. Juniar menghimbau kepada seluruh masyarakat Lamteng ‎untuk selalu waspada akan banjir dan puting beliung."Harus selalu waspada terlebih masyarakat yang dekat dengan aliran way seputih. Karena tidak menutup kemungkinan banjir susulan akan kembali terjadi,"tukasnya.‎ Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi III DPRD Lamteng H. Roni Ahwandi mengatakan akan segera memanggil dinas terkait."Kalau dia disebabkan oleh tanggul penangkis, kita akan panggil dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan,"ujarnya. Politisi partai Golkar ini menilai Pemkab Lamteng dalam hal pencegahan bencana banjir di Bekri sudah pro aktif dengan cara membangun tanggul penangkis."Hanya saja mungkin, perlu untuk dilakukan langkah lain seperti pengerukan sungai. Nah nanti ini akan kita bahas dengan dinas-dinas yang terkait," ujarnya. (Cw 1)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: