22 Januari 2016

Edward Syah Pernong Helat Tayuhan Agung

SHARE
BANDAR LAMPUNG : Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Saibatin Peniakan Dalom Beliau (SPBD) Pengeran Edward Syah Pernong Yang Dipertuan ke-23 menghelat tayuhan agung. Acara adat itu digelar dalam proses pernikahan putrinya, Dalom Putri Aregina Nareswari Firuzzaurahma Pernong, dengan Kompol Dofie Pahlevi Sanjaya yang juga Kanit I Subdit III Resmob Ditkrimum Polda Metro Jaya. Juru Bicara Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Seem R Canggu mengatakan perhelatan tayuhan agung itu digelar di rumah adat kepaksian Pernong Lamban Kuning di Jalan Pangeran Suhaimi No. 1, Sukarame, Bandar Lampung. Acara adat itu digelar Sabtu (23/1) setelah prosesi akad nikah pada Jumat (22/1). "Pada akah nikah itu, saksi dari mempelai wanita adalah Ketua MPR Zulkifli Hasan dan dari mempelai pria Gubernur Lampung M Ridho Ficardo," kata Seem yang bergelar Raja Duta Perbangsa . Acara adat yang digelar mantan Kapolda Lampung itu diawali dengan penyambutan tamu yang terdiri dari para Saibatin Paksi Pak Sekala Brak, Saibatin Kepala Marga, Saibatin Kepala Kebandaran, dan para Penyimbang Marga. Kemudian, tamu berasal dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, TNI, Polri yang diberangkatkan dari rumah dinas Gubernur Mahan Agung ke Lamban Kuning. "Kemudian acara inti adalah pemberian gelar kepada pengantin, sekaligus Paduka Yang Mulia SPDB menganugerahkan sejumlah penghargaan adat berupa lencana dan pusaka. Juga peluncuran catatan tata pemberian adok Kepaksian Pernong," kata Seem. Kemudian, puncak acara dilakukan dengan arakan agung Kepaksian Pernong yang khusus dihelat untuk putra-putri sultan saat melangsungkan pernikahan. Pada acara itu, diturunkan simbol-simbol keagungan kerajaan seperti tanduan, abange misikh, pepanji agung, dan meriam portugis. "Setidaknya, lebih dari 30% pusaka kerajaan yang berumur 600—8.000 tahun bahkan ribuan tahun bakal ditampilkan," kata dia. Walau sederhana, menurut Seem, arakan itu juga menampilkan ketangkasan para prajurit kerajaan, baik dari Sekala Brak maupun dari Pesisir Krui, Semaka, dan Kalianda. "Insya Allah, akan hadir pada prosesi adat itu raja/sultan Nusantara, seperti raja dan sultan dari Sulawesi Selatan, dari Puri Agung Jelantik NTB, dan sultan Banten," ujarnya. (r)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: