24 Januari 2016

Empat Aliran Sesat Tumbuh di Lamteng

SHARE
GUNUNGSUGIH : Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Tengah (Lamteng), merilis ada empat aliran sesat yang berkembang di Kabupaten yang berjuluk Bumi Beguai Jejamo Wawai ini. Menurut pengakuan dari Kasi Bimas Islam Kemenag Lamteng Qodirin Nazali mewakili Kepala Kemenag Ahmad Syaubari mengatakan, bahwa data yang didapat hingga 2016, ada empat aliran sesat yang berkembang di Lamteng. Yakni Baha’i, Murtadho, Ahmadiyah, dan Gafatar. "Itu berkembang pada tujuh kecamatan di Lamteng. Statusnya ada yang sudah bertobat, sedang dibina, dan sedang dalam pantauan." katanya. Terkait Gafatar yang sedang mencuat, kata Qodirin, struktur organisasi ini telah dibubarkan pada 2014."Struktur organisasinya sudah dibubarkan pada 2014. Yang muncul sekarang sifatnya tidak terorganisasi. Hanya bersifat individu. Sekarang ini sedang dipantau melalui tokoh agama di KUA-KUA." ujarnya. Berdasarkan data yang dihimpun Kemenag setempat, aliran Baha'i dengan pimpinan Ermawati di Kampung Terbanggiilir, Kecamatan Bandarmataram. Statusnya sudah bertobat. Kemudian aliran Murtadho dengan pimpinan Murtadho di Kampung Mataramilir, Kecamatan Seputihsurabaya. Jumlah pengikut laki-laki 21 orang dan wanita 17 orang. Statusnya sedang dibina. Selanjutnya aliran Ahmadiyah dengan pimpinan Iding/Khudori di Kampung Tanjungpandan, Kecamatan Bangunrejo. Pengikutnya laki-laki 37 orang dan wanita 29 orang. Statusnya sedang dibina. Lalu, Gafatar dengan pimpinan Suratman di Kampung Segalamider, Kecamatan Pubian. Pengikutnya 3 laki-laki dan 4 wanita. Di Kampung Negeriratu, Kecamatan Pubian, yang tidak diketahui pimpinannya memiliki pengikut 2 laki-laki dan 2 wanita. Di Kampung Saribakti, Kecamatan Seputihbanyak, pimpinan dr. Rica Tri Handayani. Di Kampung Qurniamataram, Kecamatan Seputihmataram, pimpinan Misnan memilki pengikut 1 laki-laki dan 1 wanita. Di Kampung Pajarmataram, Seputihmataram, pimimpinan Karjan dengan pengikut 2 laki-laki dan 2 wanita. Di Kampung Utamajaya Mataram, Kecamatan Seputihmataram, pimpinan Handoko dengan pengikut 3 laki-laki dan 2 wanita. Di Kampung Nambahdadi, Kecamatan Terbanggibesar, tidak diketahui pimpinannya memiliki pengikut perempuan 2 orang.
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: