Ini Bedanya Jurnal Ilmiah dengan Laporan Hasil Penelitian

Bandar Lampung : Penulisan jurnal ilmiah tidak sama dengan laporan hasil penelitian. Hal ini disampaikan Luciana Spica Almilia, saat menjadi pembicara pada Workshop dan Klinikal Penulisan Jurnal di Aula Pascasarjana Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Sabtu (9/1/2016). "Jurnal ilmiah memang harus berdasarkan hasil penelitian terbaru, namun format penulisannya berbeda dengan laporan hasil penelitian. Misalnya Bab Pendahuluan pada jurnal ilmiah merupakan bab utuh yang sudah mencakup latar belakang, landasan teori, masalah, dan metode. Berbeda dengan laporan hasil penelitian yang terpisah dalam sub-sub bab," kata Ketua Program Studi Sarjana Akuntansi di STIE Perbanas Surabaya ini. Lanjutnya, untuk pemilihan judul jurnal ilmiah juga tidak harus sama dengan judul laporan hasil penelitian. Menurutnya, pemilihan judul pada jurnal ilmiah sangat penting. Sehingga harus dibuat menarik, jelas, dan menggambarkan keseluruhan isi sebuah karya ilmiah. "Dalam membuat judul sebaiknya hindari penggunaan kata-kata klise (kata yang sering digunakan), sehingga kurang menarik. Sebaiknya gunakan kata yang unik, dan hindari juga judul yang terlalu panjang," ujar lulusan doktor dari Universitas Gajah Mada (UGM) ini. Selain Luciana, Workshop dan Klinikal Penulisan Jurnal yang digelar Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) IBI Darmajaya ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (LP2M Unila) Admi Syarif dan Ardian Ulvan. Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat LP4M, M. Ariza Eka Yusendra, mewakili Kepala LP4M IBI Darmajaya, Anuar Sanusi, mengatakan kegiatan ini diikuti sekitar 50 dosen dari IBI Darmajaya dan perguruan tinggi lain di Provinsi Lampung. Acara tersebut diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi para dosen untuk menuangkan hasil penelitiannya ke dalam sebuah jurnal ilmiah yang baik. "Diharapkan para peserta nantinya dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini untuk menulis dan mempublikasikan jurnalnya ke jurnal ISSN, terakreditasi nasional dan internasional," harapnya. Dijelaskannya, setelah Workshop dan Klinikal Penulisan Jurnal, LP4M juga menggelar Lokakarya Dewan Editor Jurnal di Ruang Rapat Gedung A kampus setempat. Kegiatan yang diikuti 18 dewan editor jurnal IBI Darmajaya ini menghadirkan pemateri Tatik Suryani dari STIE Perbanas Surabaya. "Workshop dan Klinikal Penulisan Jurnal memberikan tips, trik, dan strategi untuk menulis jurnal yang mampu menembus jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Sementara Lokakarya Dewan Editor Jurnal ini membekali para dewan editor dalam membedah jurnal, mereview jurnal, dan tata kelola jurnal yang baik," kata Ariza. Diungkapkannya, kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dimenangkannya hibah tata kelola jurnal terakreditasi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2015 untuk jurnal informatika IBI Darmajaya. (R)

Post a Comment

0 Comments