1 Februari 2016

Anggaran Disbertam Kontradiktif dengan Defisit Pemkot

SHARE
BANDARLAMPUNG : Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung akan menggelar rapat internal komisi terkait dengan anggaran sebesar Rp 10.605.000.000 untuk pembayaran tenaga kontrak di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam).

Wakil Ketua Komisi III Erwansyah berpendapat, pihaknya belum mengetahui persis jumlah anggaran tersebut, kendati demikian jika hal itu akan membebani keuangan daerah, menjadi sangat kontradikitf dengan kondisi defisit yang dialami pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung saat ini.

“Ya akan kami diskusikan terlebih dahulu di Komisi III, jika memang benar sebesar itu anggarannya sangat disayangkan, mengingat saat ini kondisi kita sedang mengalami defisit,” kata Ketua DPC Hanura Bandar Lampung ini, Senin (1/02)

Dia mengatakan, dengan kondisi defisit saat ini, semestinya Satuan Kerja (Satker) terkait dapat mempertimbangkan penggunaan anggaran yang tidak terlalu membebani keuangan daerah.

“ Ya harapan kita, satker itu kencangkan ikat pingganglah, alokasi anggaran seharusnya tidak terlalu membebani keuangan daerah. Jika memang anggaran tersebut cenderung terjadi pemborosan seharusnya jangan diusulkan,”tegasnya.

Dengan adanya tenaga kontrak yang jumlah ratusan itu, sambungnya, Kota Bandar Lampung sepatutnya mendapatkan predikat kota terbersih yakni penghargaan Adipura.

“Seharusnya tahun lalu kita mendapatkan Adipura, bayangkan saja uang 10 miliar lebih  itu sangat banyak, dan saya rasa dengan pengeluaran sebesar itu harusnya Kota ini menjadi lebih bersih meskipun tidak mendapatkan Adipura,”tambahnya.

Saat disinggung waktu pemanggilan Disbertam, Erwansyah belum dapat memastikan agendanya dengan alasan hal itu akan dirapatkan terlebih dahulu di internal komisi.

“ya rapatkan dululah di komisi dan akan kita pelajari dulu, setelah itu baru didapat keputusan akan kita panggil atau tidak Dinasnya,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Disbertam Bandar Lampung, Zainudin saat dikonfirmasi mengatakan hal tersebut wajar, sebab untuk secara keseluruhan jumlah tenaga kontrak di Disbertam mencapai 707 pegawai.

"Jumlah tenaga kontrak kita aja saat ini berjumlah 707 pegawai, dengan gajih perbulan Rp.1,25 juta, coba kalikan saja, totalnya mencapai 10 miliar lebih kan,"ujar Zainudin.
Dirinya melanjutkan, untuk jumlah tenaga kontrak tahun 2016 bertambah bila dibandingkan pada tahun lalu.

"Tahun ini kami tambah 20 pegawai, untuk ditempatkan dibeberapa titik-titik jalan yang belum ditangani,"ungkapnya.

Zainudin menjelaskan, secara keseluruhan penempatan TKS tersebar di beberapa titik, selain petugas kebersihan, juga untuk pekerja pemasangan lampu jalan sampai dengan pemangkasan pohon.

"Namun yang paling banyak, petugas kebersihan, mereka kami tempatkan di semua jalanan protokol, di dinas dan instansi pemerintahan,"tandasnya.

Dalam anggaran pun, tentunya ada anggaran tambahan juga untuk TKS yang diperuntukan dalam pemasangan lampu jalan dan pemangkasan pohon.

"Anggaran tambahan tersebut berupa tunjangan bonus atau dana kompensasi karena resiko kerjanya lebih berat dibandingkan dengan pegawai yang lain," kata dia. (r)
 


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: