Sumber Kemacetan, Masterplan Tol Lampung Harus Ditata Ulang

BANDAR LAMPUNG : Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Ofyar Z Tamin meminta Pemerintah Provinsi menata ulang masterplan jalan tol yang menempatkan rest area di jarak 300 meter dari kampus Itera.

“Rest area yang berdekatan dengan lokasi kampus dan kawasan pendidikan tidak mendukung. Itu bisa menjadi sumber kemacetan, dan mengganggu mahasiswa. Nanti ke sana semua, ini bahaya bisa memicu narkoba, pergaulan menyimpang, dan lainnya,” kata Ofyar Kamis (4/2/2016).

Menurut dia, penataan ruang dan alur transportasi wilayah pengembangan strategis Merak—Bakauheni—Bandar Lampung—Palembang—Tanjung Api-Api itu harus memperhitungkan dampak sosial terutama imbas terhadap kawasan pendidikan. “Kalau bisa rest area-nya sejauh mungkin dengan area kampus,” ujarnya.

Dia menjelaskan kawasan Itera memiliki potensi untuk mengembangkan kawasan pendidikan terpadu “Larain” yaitu Itera-Unila-IAIN. Oleh sebab itu, Ofyar berharap pemerintah provinsi bersedia melakukan penataan ulang titik-titik rest area, termasuk ring radial berupa jalan yang melingkari kota/kabupaten untuk mengalihkan arus lalu lintas mengatasi kemacetan.

Sementara itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo optimistis pembebasan lahan jalan tol Trans-Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar bisa selesai tepat waktu. "Kami tengah melakukan komunikasi dengan kementerian untuk mempercepat melakukan pembayaran lahan tol," kata Ridho, kemarin.

Dia mengatakan progres pembebasan lahan tol saat ini pun sangat baik sebab dari 140 kilometer, yang telah selesai pembayaran mencapai 45 kilometer. Ia melanjutkan khusus Lampung progres pembebasannya pun cukup cepat jika dibandingkan dengan daerah lainnya.(r)

Post a Comment

0 Comments