Kawasan Simpang Gayam Rawan Aksi Pemalakan

LAMSEL : Pengguna kendaraan baik di Lampung Selatan (Lamsel) maupun luar daerah, harap berhati-hati dan selalu waspada bila melintas dijalan Lintas Sumatera (Bypass) tepatnya simpang Desa Gayam Kecamatan Penengahan. Sebab, sering terjadi pemalakan yang diduga dilakukan pelaku yang tidak bertanggung jawab.

Baru-baru ini saja, informasi yang didapat media ini, tepatnya pada Jum'at sore (4/3/2016) sekitar pukul 15.30 WIB. Terjadi pemalakan yang menimpa Dua orang remaja yang pengendara roda dua (motor, red) yakni berinisial A dan J yang tidak ingin disebutkan jati dirinya. 

Modus yang digunakan pelaku dengan cara berpura-pura kenal dan memepet korban, lalu meminta korban untuk berhenti. Setalh itu pelaku meminta rokok, setelah itu meminta uang dengan menodongkan senjata tajam (pisau_red) dan senjata api (senpi) dengan mengancam akan membunuh jika kemauannya dipenuhi. Alhasil, hanphone milik korban melayang, untungnya kendaraan yang dibawa tidak ikut diambil oleh pelaku.‎

Menurut pengakuan korban, A menjelaskan dirinya bersama rekannya dari arah Ketapang, setelah sampai diperepatan simpang Gayam menuju Kalianda, dirinya diikuti oleh dua orang pelaku, sampai di tepatnya AKR tidak jauh dari rumah makan Taniran pelaku memepet dan memberhentikan kendaraannya.

"Setelah mendekat, mereka (pelaku, red) menyapa kami meminta berhenti. Setelah diikuti, mulanya mereka meminta rokok, setelah diberi rokok, mereka malah minta duit, dan handphone sambil menodongkan pisau serta senpi. Mau tidak mau kami berikan," tuturnya.

Dia menceritakan adapun ciri-ciri pelaku masih remaja kisaran usianya dibawah 20 tahun, menggunakan kendaraan motor merk Honda Beat warna hitam, pelakunya perawakan kurus, pendek, putih. 

Dia menambahkan, dilokasi jalan tersebut  bukan baru pertama kalinya terjadi pemalakan. Sebab, lokasi jalan Lintas Sumatera simpang Gayam rawan pembegalan, dan kerap kali terjadi pemalakan.

"Sebelumnya memang sudah pernah terjadi pembegalan di tempat itu. Waktu itu teman kami pun pernah menjadi korban pembegalan, gak nyangka sekarang pelaku kejahatan sudah makin banyak, kalo memang itu warga sekitar, kok malah buat daerahnya jelek gitu bukan menjaga keamanan di daerahnya sendiri, yah syukur-syukur kami tidak sampai di tusuk mas, apalagi pisau dan senjata apinya sudah di todongkan di perut kami mas," imbuhnya.

Kemudian lanjut dia, pihaknya berharap kepada petugas kepolisian untuk segera menangkap pelaku agar tidak memakan korban, sehingga para pengendara merasa aman dan nyaman ketika melintasi dilokasi tersebut.

"kepolisian harus segera menindak pelaku-pelaku kejahatan tersebut, supaya tidak ada lagi korban berikutnya, sudah cukup lah pelaku-pelaku kejahatan itu melakukan aksinya," harapanya diamini rekannya.

Selanjutnya kata dia, kepada aparat dan pemerintah untuk melakukan pengawasan dan patroli rutin, agar tindak kejahatan seperti yang dialaminya tidak terulang kembali.

"Pemerintah dan kepolisian harus kembali mengetatkan pengawasan dan meningkatkan keamanan di daerah Lamsel khususnya, agar siapa saja yang melintas di jalan-jalan bisa merasa aman dan tidak was was ketika berkendara," pungkasnya.(n)

Post a Comment

0 Comments