17 Maret 2016

Krisis Energi di Lampung, Investor Bakal Enggan Tanamkan Modal

SHARE
BANDARLAMPUNG: Hari Ulang Tahun(HUT) ke-52 provinsi Lampung menjadi PR bagi Pemerintah Provinsi (pemprov) Lampung dalam mengentaskan kemisikinan.

Makna HUT Lampung tahun ini menjadi bahan evaluasi bagi DPRD setempat. Bagaimana Legislatif berkaca dengan kondisi Lampung dulu dan sekarang. 

DPRD melihat saat ini Bumi Rua Jurai dalam kompetisi di provinsi tingkat Sumatera, saat ini Lampung masuk peringkat 4 termiskin di Sumatera. Peringkat itu naik satu tingkat dari tahun sebelumnya.

"Tahun lalu urutan ke 3 termiskin di Sumatera.  Namun tahun ini lebih baik,"kata Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, Kamis(17/03/2016).

Termiskin ke-4 bukanlah menjadi harapan semua masyarakat, Legislatif dan pemangku kepentingan setempat. DPRD mendorong percepatan ekonomi dan berharap peringkat itu berubah terbalik. Peringkat 3 termiskin itu menjadi ranking 3 terkaya se-Sumatera.

Impian itu diwujudkan DPRD dengan cara mendorong percepatan ekonomi pembangunan dengan mendorong program pemerintah pusat, pemerinta provinsi dan program pemerentah daerah. Agar lebih cepat pertumbuhan ekonomi. Lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja dan percepatan pembangunan.

"Bagaimana kita sinergikan program pusat, pemprov dan daerah, kalo enggak didukung jauh dari harapan,"ucap dua.

Politisi PDIP Lampung ini menambahkan, momen HUT Lampung kali ini, dibuat sinergisitas agar Lampung sejahtera. Lampung bisa membuka investasi lebih luas lagi. Pembangunan Tol diharap bisa membuka peluang investasi.

Namun kata Dedi, soal energi listrik Lampung menjadi kendala itu. Energi listrik Lampung memprihatinkan, 

"Bagaimana investor mau masuk, ini yang jadi perhatian kita,"ujar dia. (r)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: