16 Maret 2016

Pemkot Balam Siap Antisipasi Banir

SHARE
BANDARLAMPUNG : Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dalam upaya mengentaskan permasalahan banjir patut diapresiasi.
Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan, selama ini pemkot sudah berupaya mencegah bencana banjir dengan normalisasi sungai. Kegiatan itu, kata dia, mencakup pengerukan aliran sungai dan pemasangan beronjong di sejumlah titik.
Bahkan, pada tahun anggaran 2015 lalu, pemkot telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 miliar untuk program tersebut. Herman mengakui jika proyek normalisasi sungai tidak serta merta dapat menghilangkan banjir. Terutama pada kawasan bantaran sungai.
“Karena luapan air bisa terjadi kapan saja, terlebih saat musim penghujan. Tapi paling tidak, dengan program ini bisa kita minimalisir,” kata Herman kemarin.
Pemkot secara bertahap akan mencoba membenahi hal tersebut dengan pembenahan drainase dan normalisasi sungai lanjutan pada tahun anggaran berikutnya.
Sebab, pada tahun ini pemkot sedang konsen di bidang infrastruktur jalan dan gedung perkantoran baru.
Adapun pembangunan talut yang ditinjau oleh Wali Kota yakni Waysukamaju, TBB dengan dana Rp2,4 miliar. Selain itu talut Waypengajaran TBU dengan anggaran Rp 716 juta.
Selanjutnya pembangunan bronjong Way Kunyit, Bumi Waras dengan dana Rp 1,1 miliar dan Way Keteguhan TBt dengan dana Rp 1,7 miliar.
Herman menambahkan, proses antisipasi banjir tidak bisa dilakukan serta merta. “Prosesnya tidak semudah membalikan telapak tangan. Mohon warga bersabar, berikan saya waktu untuk membangun Bandarlampung," pungkasnya.
Program normalisasi sungai dianggap berpotensi menyebabkan banjir. Terlebih di saat volume air membeludak karena curan hujan.(Ndi)
*Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Bandarlampung Terus Siaga * BANDARLAMPUNG- Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Bandarlampung terendam banjir.
Hujan deras yang melanda Kota Tapis Berseri pada Selasa (15/3) sore, menyebabkan beberapa wilayah terendam air hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Badan Badan Penganggunlangan Bencana Daerah(BPBD) setempat mencatat, empat kelurahan yang kebanjiran itu, Pesawahan dan Kuripan, Kecamatan Telukbetung Barat, serta Kotakarang di Telukbetung Timur. Kepala Badan Penganggunlangan Bencana Daerah Bandarlampung Edy Haryanto mengatakan, seluruh daerah yang terendam banjir berada di aliran Sungai Wayrilau.
Banjir terjadi setelah hujan deras yang terjadi pada pukul 13.00 WIB. Derasnya air yang mengalir dari daerah Pesawaran, mengakibatkan sungai meluap membanjiri permukiman warga sekitar. Setelah hampir lima jam menggenangi permukiman, sore hari banjir perlahan mulai surut.
Pihaknya berusaha segera menjemput korban yang terjebak banjir. BPBD juga akan memberikan bantuan kepada korban, berupa makanan dan air bersih. Pihaknya juga akan membangun tenda darurat di sekitar lokasi. "Warga yang belum bisa kembali ke rumahnya silakan malam ini menginap terlebih dahulu di sana,” katanya.(r)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: