Awasi Pelaksanaan ADD di Lamsel


LAMSEL : Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) berupa warung desa (Wardes) sekaligus menghadiri hari jadi (Hut, red) ke-51, Desa Klaten Kecamatan Penengahan.

Hadir diperesmian Bumdes sekaligus HUT Desa Klaten ke-51, Zainudin Hasan didamping istrinya Yasmine Shahnaz Zainudin, Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosyadi, anggota DPRD Provinsi Lampung Azizi, kepala satker, uspika Penengahan, serta tokoh masyarakat.

Pelaksanaan acara tersebut, berlangsung di Lapangan Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Rabu malam (25/05/2016) sekitar pukul 19.30 WIB.

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan mengatakan, manfaat wardes yang bersumber dari dana desa (DD) tidak lain akan dirasakan oleh masyarakat didesa itu sendiri. Tentunya, manfaat dari wardes sendiri akan menggerakan roda perekonomian di desa menjadi meningkat dengan diikuti meningkatnya kesejahteraan bagi warga didesa itu sendiri.   

"Hasil dari wardes itu, manfaatnya buat warga didesa-desa. Bukan untuk pemerintah," katanya.

Dirinya juga mengapresiasi, telah terbentuknya wardes untuk pertama kalinya, disalah satu desa di Lampung Selatan yakni di Desa Klaten Kecamatan Penengahan. Hal ini, ujar Zainudin, salah satu program Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan yang menginginkan 1 desa 1 wardes dengan memanfaatkan DD.

"Sebelumnya, saya intruksikan agar mengalokasikan 10 persen dari dd yang diterima untuk membentuk wardes. Ternyata cukup cepat juga wardes di Desa Klaten terbentuk," ujar Zainudin.

"Tidak perlu langsung besar (wardes, red), tetapi harus bertahap. Yang terpenting terbentuk dahulu wardes ini," kata Zainudin kembali.

Telah terbentuknya 1 wardes di Lampung Selatan dari 256 desa dan 4 kelurahan. Zainudin, meminta setiap kepala desa (kades) yang telah menerima DD tahun 2016 sekarang ini agar segera membentuk wardes.

"Saya harap, bagi kepala desa diseluruh Lampung Selatan, agar cepat membentuk wardes seperti Desa Klaten, Penengahan ini," ujarnya.

Dikatakannya, mempercepat adanya wardes ditiap desa seluruh Lampung Selatan. Menurut Zainudin, perlu adanya persepsi persamaan program kerja. Oleh karena itu, dirinya berencana akan mengumpulkan seluruh kades duduk 1 meja membahas mengenai pembentukan wardes.

"Tahun 2018, tiap desa harus sudah ada wardes. Mempercepat adanya pembentukan wardes ditiap desa, kita akan kumpulkan aparatur desa dan kecamatan agar ada 1 visi misi,"

Kabupaten Lampung Selatan di tahun 2016 mendapatkan suntikan DD dari pemerintah pusat kurang lebih Rp.163 miliar. Masing-masing desa di Lampung Selatan rata-rata menerima kisaran Rp.400 juta sampai Rp.800 juta.

"Jika pemimpinnya baik (kades, red), Insya' Allah, yang lainnya juga baik. Masyarakat bisa ikut mengawasi DD secara langsung," kata Zainudin Hasan .

Sementara itu, Kades Klaten Kecamatan Penengahan Joni Amsyah mengatakan, awal pembentukan wardes yang bersumber dari DD tahun 2016 mengalokasikan dana sebesar Rp.50 juta. Dimana, jelas Joni, wardes Desa Klaten baru sebatas penjualan sembako dan menjual alat tulis kantor (ATK), foto copy serta menjual pakaian.


" Ke depan rencana kita, akan membentuk usaha biro jasa. Seperti melayani, pembuatan sim, bayar pajak motor, pembayaran listrik. Kemudian, menjual dan menampung hasil bumi warga. Sedangkan, untuk pekerja baru 2 orang," terang Joni.(fitri)

Post a Comment

0 Comments