14 Mei 2016

Kisah Haru Pernikahan Pasutri Diambang Perceraian

SHARE


LAMPURA : Selama lima bulan menikah rumah tangga yang dibina Sri Yantono (27) dan istrinya Melia Khoirini Binti Pujiyanto (22) diduga bakal berakhir dengan perceraian.

Pernikahan yang terjadi pada akhir tahun 2015 silam itu menyisakan banyak cerita haru, terutama bagi Sri Yantono Warga RT 01 Lk 05 Desa Talang Jali Kecamatan Kotabumi Utara kabupaten Lampung utara itu.

Berdasarkan pengakuan Sri Yantono kepada awak media baru-baru ini, awal pernikahan keduanya terjadi saat Pujiyanto sang mertua menyambangi kediaman Sri Yantono.

Awalnya pak Pujiyanto datang ke rumah pak de saya, pak Topo. Adapun tujuan kedatangan pak Puji mencarikan jodoh buat anaknya Melia Khoirini. Usai pertemuan tersebut, pak de Topo menemui saya dan keluarga,” tutur Sri Yantono yang turut didampingi ayahnya Sutopo di kediamannya, Sabtu (07/05/2016) lalu.

Kala itu, kata Sri Yantono dia mengiyakan keinginan sang mertuanya meskipun Melia dalam kondisi sudah hamil.  “ Saya jawab saya mau, yang penting nikah untuk membina rumah tangga selamanya, bukan hanya untuk menutupi aib keluarga saja,” imbuhnya.

Selang beberapa hari kemudian, kedua insan tersebut nampak sudah mengenal satu sama lain. Keduanya bahkan sempat menikmati masa pacaran sebelum melaksanakan pernikahan.

Tak ingin berlama-lama, akhirnya keduanya sepakat untuk meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Keinginan ini tentu saja direstui kedua orang tua masing-masing. Mereka pun akhirnya menggelar acara pernikahan di kediaman Sri Yantono.

Tiga bulan berjalan, namun Sri Yantono merasakan keanehan dalam pernikahannya dengan istrinya. Meski sudah resmi menjadi suami istri, namun Sri Yantono tidak dapat menunaikan kewajiban sebagai suami untuk memberikan kasih sayang terhadap sang istri.

“ Anehnya kami sudah menikah tidur satu rumah, tetapi saya tidak boleh menggauli istri saya sebagai mana suami istri. Saat itu saya tanya kepada istri saya kenapa saya gak bisa menyentuh dia (Melia, red),” kata Sri Yantono.

Ditanya sang suami sedemikian rupa, Melia langsung memberikan jawaban bahwa Sri Yantono dapat menyentuh sang istri jika anak yang dikandung Melia sudah lahir.

“ Okelah saya turuti kemauan dia. Namun setelah tiga bulan berlalu ketika istri saya mau melahirkan istri saya dibawa sama orang tuanya pulang  ke rumah mereka di Candimas,” bebernya.

Kondisi itu semkain membuat Sri Yantono bingung, terlebih lagi setiap cek kehamilan istirnya, dirinya tidak tahu karena mertua laki-lakinya yang selalu mengantar istrinya berobat.

Mirisnya lagi, kata Sri Yantono, saat sang istri melahirkan pun tidak ada kabar sama sekali kepada dirinya. Waktu yang ditunggu-tunggupun akhirnya tiba, sang istri telah melahirkan.

Sebagai suami yang bertanggungjawab, maka Sri Yantono bermaksud menengok keadaan sang istri termasuk sang jabang bayi meski bukan anak kandungya. Sesampainya di rumah mertua, Sri Yantono seolah terpukul kembali karena niat baiknya untuk menengok ditolak mentah-mentah oleh mertuanya.  

“ Disinilah saya dan keluarga merasa kecewa. Berarti saya menikahi Melia Khoirini binti Pujiyanto hanya untuk menutupi aib mereka aja,” ujarnya lirih seraya manmabhkan bahwa mertuanya menyuruh dirinya untuk menceraikan Melia.

Hal yang senada dikatakan ibu kandung Sri Yantono yang bermana Kasri dan pak den ya Sutopo. Dikatakan Kasri, Kepala Desa Talang Jali Kotabumi Utara, Harun mengatakan, awalnya Pujiyanto memang datang ke Talang Jali untuk menemui pak Topo dengan maksud mencarikan jodoh anaknya (Melia).

“ Soal selisih paham dalam keluarga mereka saya tidak tau. Cuma saya selaku kades Talang Jali dan Kades Candimas sedang berusaha mempelajari masalah tersebut , bagaimana baiknya agar mereka kembali baik seperti sedia kala.” kata Kasri menirukan ucapan Kades Harun.

Awak media akhirnya mencoba memnemui Pujiyanto ke kantor Dinas PU Balai Pengairan Lampung Utara. Namun kala itu, Pujiyanto tidak berada di kantor. Menurut keterangan dari pns yang enggan disebutkan namanya, Pujiyanto sedang di Rumah Sakit Abdul Muluk Bandar lampung karena ada keluarganya yang sedang sakit.

Pada Minggu (08/05/2016) pagi, seseorang bernama Erwin mencoba melakukan pembicaraan melalui telepon genggam kepada awak media. Dalam percakapan via telepon, Erwin warga Kali Balangan, Kecamatan Abung Selatan itu mengaku perwakilan Pujiyanto.

“ Itu tidak benar kalau adik ipar saya  (Melia) sudah hamil enam  bulan dan baru dinikahkan,” kata Erwin.

Dalam percakapan itu, kata Erwin, tujuan mereka (Pujiyanto) sekeluarga baik menikahkan Sri Yantono dan Melia. Bahkan Erwin sempat mengatakan, bahwa Sri Yantono mau ditarik ke rumah nya (Pujiyanto).

“ Tapi dia tetap bertahan tidak mau ikut dengan keluarga kami entah dengan alasan apa, saya juga kurang jelas, karena saya dan mertua tidak satu rumah,” katanya.

Mengenai adiknya (Melia), Erwin mengaku bahwa Melia memang anak manja terutama ke bapaknya (Pujiyanto). Melia , kata Erwin sering sakit-sakitan jika jauh dari kedua orang tuanya.

“ Saya atas nama keluarga Pujiyanto tidak terima dengan kata-kata Sri Yantono yang mengatakan nikah hanya menutupi aib saja. Kalau mereka ( pihak Sri Yantono), merasa dirugikan, silahkan mereka lapor ke penegak hukum. Apa yang sudah kami rugikan !ketus Erwin. (Rasyid)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: