Lahan JTTS, Warga Bosan Dibuai Janji


LAMSEL: Wakil Sementara itu, dengan tegas Wabup Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, dirinya menginginkan mekanisme pembebasan lahan tol JTTS yang melintas di wilayah Lampung Selatan, tidak membuat rugi bagi warga pemilik lahan. Serta mekanisme pembayaran tidak terlalu lama.

" Yang katanya penghambat percepatan pembebasan lahan tol khususnya di Desa Lematang oleh warga, tidak ada. Hanya saja, proses administrasinya terlalu rumit dan harus diperbaiki sistemnya," terang Nanang.

Dijelaskan, Nanang, Pemkab Lampung Selatan sangat mendukung percepatan pembangunan jalan tol, yang ditargetkan pemerintah pusat selesainya JTTS Bakauheni-Terbanggi Besar pada Bulan November 2018 medatang.

"Jangan ada yang menghambat proses percepatan pembangunan jalan tol (proses birokrasi, red). Pemkab Lamsel, sangat insent dengan adanya pembangunan JTTS. Giliran, ada timbul masalah, pemkab Lamsel baru dilibatkan," kata Nanang.

Lebih jauh, Nanang Ermanto menjelaskan, pertemuan antara Pemkab Lamsel bersama pihak terkait pembngunan JTTS, menanggapi laporan warga pemilik lahan di Desa Pematang, dimana hingga saat ini yang sudah menelan waktu 1 tahun lamanya belum juga usai.

" Pertemuan ini, menaggapi ada keluhan dari warga Desa Lematang. Mereka, mengeluhkan pembayaran ganti rugi terlalu lama. Mereka sempat mau menggelar demo, namun kami larang. Karena akan menghambat percepatan pembangunan jalan tol," jelasnya.

"Mereka juga mengeluh, sudah berencana pindah rumah tapi ganti rugi lahan belum selesai," ujar Nanang.

Dikatakan Holidi, warga Desa Lematang Dusun Rilau RT. 01 mengaku, sejak digulirkannya pembangunan JTTS sejak tahun 2015 lalu oleh pemerintah pusat, dimana lahan miliknya kurang lebih 5.000 meter atau 0,5 hektare terkena pembangunan JTTS. Hingga dipertengahan tahun 2016 ini, belum juga terselesaikan.

" Jadwal pembayaran tidak sesuai yang dijanjikan. Setahu kami, rencana pak Jokowi berkunjung kemari untuk melihat perkembangan JTTS, dialihkan ditempat lain. Terus terang, hambatan percepatan dari warga tidak ada," aku Holidi.


" Sebenarnya, kami bosan pak dijanji-janjikan terus oleh panitia. Karena sudah 1 tahun lebih kita menunggu, tidak ada kabar yang jelas," pungkasnya.(fitri)

Post a Comment

0 Comments