Hadapi Arus Mudik, Pemkab Lamsel dan Jajaran Gelar Rakor


LAMSEL: Menghadapi arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1437 H atau tahun 2016 diwilayah Lampung Selatan, pemerintah setempat dengan melibatkan steak holder terkait menggelar rapat koordinasi persiapan arus mudik. 

Rakor tersebut berlangsung di Aula Rajabasa, Selasa (14/06/2016). Pantauan journallampung.com, rakor tersebut dipimpin Pj. Sekda Erlan Murdiantono, dimana dihadiri, Plt Kepala Dinas Perhubungan Badruzzahman, Kasat Lantas Polres setempat AKP. Mubiarto, Wakil Komandan Kodim 0421 Anwar, ASDP Pelabuhan Bakauheni, intansi pemerintah kabupaten terkait dan pihak swasta.

Pj. Sekda Lampung Selatan Erlan Murdiantono mengatakan, stakholder yang terlibat pengamanan dan pelayanan arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 H/Tahun 2016 untuk saling berkoodinasi yang baik, serta memberikan pelayanan prima bagi pemudik.

"Seperti persiapan posko-posko pengamanan dan pelayanan pemudik didukung dengan sarana yang memadai, diusahakan setiap posko harus ada dokter. Ya, intinya memberikan pelayanan kepada pemudik lebaran tahun 2016," kata Erlan.

Dikatakannya, Pemkab Lampung Selatan melalui Dishub setempat menyediakan Lima posko terpadu yang terdiri dari Pos Terminal Bunut Ketapang, Pos Budi Berlian Motor Natar, Pos PLTU Tarahan Katibung, Pos Masjid Agung Kubah Intan Kalianda, dan Pos Terminal Pelabuhan Bakauheni. Tetapi, menurut Erlan, letak lokasi posko tersebut cukup berjauhan serta tidak diimbangi dengan jarak antar kecamatan yang dilalui jalan jalur mudik. Untuk diketahui, setiap posko mudik terdapat petugas dari Dishub, Polri, DPU bagian Bina Marga, Kesehatan, BPBD, Orari, Satpol-PP dan pihak swasta. 

"Maka dari itu, saya minta pihak Dishub berkoordinasi dengan kecamatan dan desa untuk sukarela menyediakan posko terpadu. Bila perlu buatkan SK bupatinya," tegasnya. 

Lebih jauh dikatakannya, pelaksanaan operasi penyelenggaraan dan pengamanan angkutan lebaran tahun 2016/1437 H dimulai pada tanggal 29 Juni 2016. Maka dari itu, fokus pada akses jalan yang dilalui pemudik menjaga kelancaran lalu lintas dipersiapkan sejak dini. 

"Harus ada jalur alternatif yang dipersiapkan jika terjadi masalah seperti macet dan kendala lainnya. Kemudian, tempat terminal, pelabuhan, dan bandara harus siap siaga menghadapi para pemudik dalam segi pengamanan dan pelayanan yang prima," tukasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dishub setempat Badruzzahman mengungkapkan, pada pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik lebaran tahun 2016 mengerahkan personil sebanyak 119 personil. Terdiri dari, 60 Pegawi Negeri Sipil (PNS), 29 orang Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) dan 30 orang Tenaga Kerja Sukarela (TKS). 

"Mereka ditempatkan di beberapa pos pengamanan dan titik-titik jalur pengamanan di wilayah Lampung Selatan," pungkasnya. (fitri)

Post a Comment

0 Comments