Pasar Inpres Kalinda Kerap Macet, Warga Protes

LAMSEL : Kemacetan akses jalan Pasar Inpres Kalianda Lampung Selatan, menjadi pemandangan setiap harinya. Sehingga kemacetan yang terus terjadi banyak menuai protes dari warga, terutama pengguna jalan inpres tersebut.
Usut demi usut, dugaan penyebab kemacetan dijalan pasar milik warga Kalianda itu karena pengaturan lalu lintasnya carut marut, serta tidak adanya petugas yang berwenang mengatur lalu lintas.
Kemudian, dugaan penyebab lainnya yakni kendaraan yang parkir asal-asalan, menambah rentetan kemacetan dilokasi itu. Padahal, di depan jalan masuk menuju pasar persisnya di depan Kantor Telkom Kalianda, terpasang plang strip atau plang dilarang melintas jalan tersebut.
Sumarni (46) warga Pesisir mengaku merasa bingung dengan kondisi yang ada. Sebab, kondisi yang demikian sudah terjadi sejak dahulu.
Ia pun menyebutkan bahwa, pengaturan lalin tersebut akan dilakukan mana kala ada pemeriksaan atau penilaian dari petugas Adipura dan saat bupati melakukan inspeksi medadak ke pasar setempat.
“Dari dulunya juga begini kondisinya, kalau mau ada acara saja baru “eksen”-nya diatur,” ujarnya, Senin (11/07/2016).
Hal senada diuangkapkan oleh Maryanto (29) warga Kalianda. Menurutnya, bila kondisi jalan di Pasar Inpres Kalianda mau tertata dengan semestinya, sebaiknya, dilakukan pengawasan dan pengaturan oleh petugas dari Dinas Perhubungan setempat.
“Yang anehnya lagi, kok bisa ada yang parkir disini. Tahu sendirikan, jalannya ini saja sudah sempit, malahan parkir mobil disini. Coba dibayangkan sendiri,” cetus Maryanto.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan Badruzzaman saat dimintai tanggapan mengenai hal tersebut mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengaturan secara rutin di lokasi tersebut. Namun, hal tersebut tetap saja tidak dapat merubah maindset masyarakat untuk mematuhi perturan lalu lintas di tempat itu.
“Setiap hari ada petugas kita disana untuk mengatur jalan, dan kita arahkan untuk jalan memutar agar tidak melintasi jalan masuk dari arah telkom. Tapi, memang ada yang kadang membandel dan tetap melintasi jalan ini, padahal plangnya sendirikan sudah jelas. Sehingga kemacetan disana sulit untuk dihindari,” kata Badruzzaman saat dihubungi via telepon.
Tak hanya itu, Ia pun menyebutkan bahwa pihak dishub setempat memasang rambu-rambu lalin berupa plang tanda larangan parkir dan plang larangan melintasi jalan. Namun, tak lama setelah plang rambu-rambu itu dipasang langsung hilang ditelan bumi.
“Udah sering kita pasang, tapi dicopot orang. Makanya perlu ada pegawasan yang eksta, agar (minimal) mengurangi kemacetan disini,” tukasnya.(fitri)


Post a Comment

0 Comments