30 November 2016

Anggota DPR-RI Marwan Cik Hasan Kunker Di Ponpes Husnul Amal

SHARE
Penyerapan aspirasi dalam rangka implementasi pancasila, UUD tahun 1945 dalam sistem ketatanegaraan Oleh Ir. H. MARWAN CIK ASAN, MM Wakil Ketua Komisi XI DPR- RI i Pondok Pesanteren HUSNUL AMAL KOTABUMI Jum’at, 25 November 2016.(Foto : Rasid)
Lampung Utara : Dalam rangka Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi XI DP- RI Ir. H. Marwan Cik Hasan, MM di Pondok Pesanteren Husnul Amal Kotabumi, Lampung Utara,  Jum’at  25 November 2016.

Marwan disambut meriah oleh masyarakat lampung utara.Kunjungan kerja Tersebut merupakan “Penyerapan Aspirasi Dalam Rangka Implementasi Pancasila, Uud Nri Tahun 1945 Dalam Sistem Ketatanegaraan”. Hal tersebut yang disampaikan oleh Marwan Cik Asan  yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu.

Dalam sambutannya mantan Ketua DPRD Lampung ini mengatakan Indonesia  ini sudah menjalankan reformasi kurang lebih selama 18 tahun.  Reformasi tersebut sudah banyak merubah banyak hal, salah satunya adalah terjadinya perubahan amademen selama empat kali. Dan salah satu hasil dari amaden tersebut adalah pasal 1 ayat 2  yang berbunyi  “kedaulatan tertinggi di tangan rakyat dan dilaksanakan oleh MPR”. Namun saat ini sudah berubah yaitu presiden, gubernur dan yang lainnya dipilih oleh rakyat.

Dia menambahkan, Indonesia saat ini sudah merdeka yaitu selama 71 tahun. Bagaimana keadaannya, selama 71 tahun merdeka. Alhamdulillah indonesia masih utuh. Bahkan banyak mengalami perubahan. Dalam segi Ekonomi, Indonesi saat ini masuk dalam peringkat 16 ekonomi dunia.

“ Dari segi jumlah penduduk, indonesiamendapatkan peringkat terbesar ke empat didunia. Dalam segi agama, Indonesia adalah penduduk yang mayoritas terbesarnya beragama Islamdi seluruh dunia apabila dilihat dari segi jumlah. Selain itu, indonesi adalah negara yang kaya raya apabila dilihat dari segi pertanian, pertambangan dan lain-lainnya,” kata Marwan.

Namun tantangan Indonesia sangat berat, karena dari segi Ekonomi negara lain banyak yang melirik Indonesia untuk melakukan bisnis. Selain itu, Indonesia menjadi rebutan pangan dunia. Oleh karena itu, pihak luar sangat gencar melakukan berbagai cara untuk merebut berbagai macam sumber daya yang ada di indonesia ini yaitu melalui media sosial, dengan menyebar isu-isu yang tidak benar tentang Indonesia.

Selain itu melalui narkoba, yaitu dengan cara merusak genrasi muda Indonesia. Kemudian melalui penyalahgunaan kekuasaan baik oleh eksekutif, legislatif dan yudikatif. Itulah tantangan yang sedang di hadapi indonesia saat ini. Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia harus kembali kepada tujuan bernegara.

Adapun tujuan bernegara tersebut adalah ; melindungai segenap tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan ketertiban dunia.

Selain itu, Indonesia juga harus kembali pada nilai-nilai kebangsaan. Namun nilai-nilai kebangsaan tersebut di Indonesia sudah mulai hilang atau memudar. Contohnya malas silaturahmi, hilangnya saling menghormati dan hilangnya nilai gotong royong.

Untuk menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan tersebut. Maka Indonesia, harus menumbuhkan semangat kebangsaan tersebut diantaranya adalah silaturahmi, saling menghormati dan gotong royong. Sehingga dengan menumbuhkan nilai tersebut indonesia bisa maju, berkembang, sejahtera dan dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.

Selanjutnya Ketua Yayasan Ponpes Husnul Amal Kotabumi , Al Qodri, S.Pd. MM yang disampaikan oleh  Jondri Saputra, S.Pd.I bahwa dengan adanya kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi XI DP- RI Ir. H. Marwan Cik Asan, di Pondok Pesanteren Husnul Amal Kotabumi, ini merupakan kebanggaan bagi kami selaku Guru dan pengurus Ponpes tersebut.

Karena dengan adanya kunjungan ini tentunya akan menambah wawasan bagi kita semua para dewan guru yang ada di ponpes ini. Sebagusnya kalau kunjungan kerja ini bisa dilaksanakan setiap tahun terutama di Pondok Pesanteren HUSNUL AMAL KOTABUMI “Pungkanya”(Rasyid)


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: