4 November 2016

FSUI Lamsel : Ahok Diduga Menistakan Kitab Suci Agama Islam

SHARE

Lampung Selatan : Aksi damai 4 November 2016 dengan slogan "Membela Islam II", tidak hanya terjadi di Jakarta, melainkan terjadi di berbagai daerah salah satunya terjadi di Lampung Selatan.

Tepatnya usai sholah Jum'at (04/11/2016) sekitar pukul 13.30 WIB, masyarakat mengatasnamakan Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI) Kabupaten Lampung Selatan menggelar aksi serupa, menuntut agar Ahok atau Basuki Tjahya Purnama (cagub incumben pilkada DKI 2017, red) yang diduga menistakan Al-Qur'an agar dihukum sesuai aturan yang berlaku.

Pantauan di lokasi, ratusan masa yang rata-rata para remaja masjid (Risma) dan ibu-ibu pengajian, memulai aksi damai dari halaman Masjid Agung Kalianda menuju kantor Bupati Lampung Selatan. Gema suara do'a-do'a dan sholawat memuji Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW pun mengiringi langkah pendemo menuju kantor bupati dengan pengawalan ketat puluhan aparat keamanan polisi dan Satpol-PP.

Ketua FSUI Lampung Selatan Burhanudin mengatakan, aksi damai yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi tuntutan kepada Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan untuk disampaikan ke Presiden RI Joko.

"Kita menginginkan bertemu dengan bapak kita (bupati, red). Menyampaikan sejumlah tuntutan agar menghukum Ahok yang diduga menistakan kitab suci agama Islam Surat Al-Maidah ayat 51, untuk disampaikan ke presiden," kata Burhanudin.

Sementara itu, Syafrizal salah satu pendemo berorasi, aksi yang dilakukan semata-mata membela agama islam yang dinilai telah dihina oleh salah satu peserta Pilkada DKI tahun 2017 atas nama Basuki Tjahya Purnama (Ahok).

"Kehadiran kita lillahita'ala karena Allah. Semata-mata kita tidak rela agama islam dihina. Apalagi AlQur'an dihina oleh non muslim," ujarnya.

Dilain sisi, sebelum menanggapi sejumlah tuntutan pendemo, bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, mengajak pendemo menyanyikan lagi "Indonesia Raya" dan mengumandangkan takbir Allahu Akbar sebanyak Tiga kali. Dirinya juga berjanji, akan menyampaikan aspirasi pendemo kepada pemerintah pusat (presiden).

"Saya sudah mengetahui tuntutan pendemo. Dan berjanji, akan menyampaikan aspirasi itu. Saya juga minta, demo ini tidak dengan emosi, dan harus damai," kata Zainudin Hasan dengan disambut takbir oleh ratusan pendemo.

Disamping itu, dalam rileas FSUI Lampung Selatan berisikan sejumlah tuntutan, yakni Presiden Joko Widodo harus jadi pemimpin yang tegas adil dan bijaksana bagi masyarakat Indonesia, dengan tidak melindungi saudara Ahok dari jeratan hukum atas kasus penistaan agama. Meminta kepada bapak Kapolri sebagai aparat penegak hukum harus segera melakukan proses penegakan dan penindakan hukum terhadap saudara Ahok.

Tuntutan tersebut itulah yang ingin disampaikan kepemerintah pusat oleh pendemo melalui Bupati Zainudin Hasan.

Usai bertemu dengan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, para pendemo membubarkan diri dengan tertib dengan melantunkan do'a dan sholawat.(fitri)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: