Ki.H.Hanafiah Lawan Agresi Belanda Bersama Ratusan Pasukan Golok


Lampung Timur : Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November ini merupakan hari besar bangsa Indonesia untuk mengenang para jasa pahlawan. Akan tetapi hal itu berbanding dengan apa yang terjadi pada pahlawan di Kabupaten Lampung Timur yang hingga saat ini belum mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional.

Satu diantaranya ialah Ki. H. Hanafiah yang mengorbankan dirinya dalam pertempuran agresi pertama melawan penjajah Belanda di wilayah Kemarung Batu Raja Sumatra Selatan pada tahun 1947.

Dalam agresi tersebut, Pahlawan berdarah Lampung ini mendapatkan persetujuan dari 100 ulama Lampung ketika hendak melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda.

Pada waktu itu Sebelum berangkat menuju peperangan, Ki.H. Hanafiah dan pasukannya terlebih dahulu berkumpul Di pondok pesantren Kiayi Alif di Pringsewu.

Ki. H. Hanafiah yang lahir di Sukadana pada tahun 1905 membawahi 400 pasukan golok saat melawan pasukan belanda dan ia pun gugur dimedan perang dalam usia 42 tahun dan hingga saat ini makam dari Ki. H. Hanafiah belum diketahui keberadaannya.

Menurut keterangan keluarga besar dari Ki. H. Hanafiah, Samlero yang didampingi Sauki Masputra yang merupakan cucu dari Ki.H. Hanafiah ini, bahwa saat ini pemerintah Provinsi Lampung telah menyetujui jika Ki. H. Hanafiah adalah pahlawan nasional. Akan tetapi, gelar pahlawan nasional Ki.H. Hanafiah belum sepenuhnya diakui oleh pemerintah Lampung Timur.

"Kami sebagai keluarga besar atau ahli waris dari Ki.H. Hanafiah sangat merasa kecewa terhadap pemerintah Lampung Timur yang mengabaikan pengorbanan dari kakek kami yang berperang melawan penjajahan belanda. Padahal tanpa kami meminta, pemerintah Provinsi sudah menyetuji kalau kakek kami Ki. H. Hanafiah adalah pahlawan nasional,"ucap Samlero, Kamis (10/11/2016) dikediamannya.(r)

Post a Comment

0 Comments