21 November 2016

Mustafa Dapat Gelar Raden Priambodo

SHARE

Lampung Tengah - Membangun semangat kebhinekaan tidak hanya berlangsung di ibukota Jakarta, tetapi juga di Kabupaten Lampung Tengah. Semangat itu dibangun lewat kegiatan kirab budaya yang berlangsung di Kampung Sumber Katon Kecamatan Seputih Surabaya, Sabtu, 19/11/2016, malam.

Ribuan warga dari berbagai suku dan agama di Lampung Tengah berpartisipasi dalam acara ini. Mengenakan pakaian adat masing-masing serta membawa obor, mereka melakukan pawai sepanjang 2 kilometer, mengobarkan semangat kebersamaan.  

Menariknya, kirab budaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa yang saat itu tampil mengenakan pakaian adat jawa berwarna biru lengkap dengan blangkon sebagai penutup kepala. Tak hanya itu, Mustafa juga mendapatkan gelar kehormatan dari adat jawa yakni Raden Priambodo.

Tingginya antusiasme warga semakin menyemarakan acara yang juga digelar untuk memperingati HUT Kampung Sumber Katon ini. Berbagai atraksi kesenian dan budaya ditampilkan. Tak hanya masyarakat dewasa, kirab budaya riuh dengan kehadiran anak-anak dan remaja.

Menurut Bupati Mustafa kirab budaya digelar dimaksdukan membangun semangat persatuan dan Bhineka Tunggal Ika di kalangan masyarakat yang saat ini sudah mulai luntur. Kirab budaya menjadi ajang untuk meleburkan perbedaan, menjunjung kebersamaan di tengah kemajemukan bangsa.

Tak bisa dipungkiri, di tengah hiruk pikuknya dunia perpolitikan serta pesatnya perkembangan informasi saat ini, masyarakat lebih mudah termakan isu yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan. Mengatasnamakan agama dan suku, mereka berdiri pada ego masing-masing yang akhirnya mengancam keutuhan bangsa.

“Karenanya semangat persatuan harus kita bangkitkan lagi. Pancasila harus kita jaga, jati diri bangsa harus kita kembalikan, dan makna Bhinneka Tunggal Ika harus kita selami dengan baik, sehingga perbedaan tidak menjadi halangan untuk bersatu membangun bangsa,” ungkap Mustafa.

Lampung Tengah sendiri, lanjut Mustafa, merupakan kabupaten dengan keberagaman budaya, etnis dan agama di dalamnya. Kendati demikian Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai potensi budaya yang harus dilestarikan.

Ia percaya keberagaman budaya bisa menjadi daya tarik tersendiri yang nantinya menjadi identitas bangsa.

 “Melalui kirab budaya ini, saya harap dapat memotivasi warga untuk mengedepankan toleransi, menghargai perbedaan dan menjunjung kebersamaan. Jika masyarakat kompak, maka pembangunan akan lebih mudah diwujudkan,” imbuh orang nomor satu di Bumi Jejamo Wawai ini.

Mustafa juga berjanji siap mengeksplorasi potensi Lampung Tengah melalui program Sistem Informasi Kampung (Sikam) Smart Netizen Lampung Tengah, dimana segala informasi terkait Lampung Tengah dapat diakses di sistem informasi tersebut.

Sementara itu, salah satu tokoh adat setempat Parto Suarno menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Bupati Mustafa dalam melestarikan budaya di Lampung Tengah.

 “Keseriusan beliau ditunjukan dengan langkah nyata. Selama ini beliau selalu aktif mengikuti perhelatan adat baik Lampung, Jawa, Bali dan lainnya. Upaya pelestarian juga dilakukan tanpa melihat background atau latar belakang suku dan agama yang ada,” pungkasnya.

Dia berharap upaya pelestarian akan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga keamanan dan semangat persatuan di Lampung Tengah dapat terjaga. 

“Jangan sampai ada konflik yang mengatasnamakan suku atau agama. Kita harus bersatu dan jadikan perbedaan sebagai kekayaan budaya yang harus dilestarikan,” tutup Parto.  (R)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: