5 Desember 2016

Tony Eka Candra Tinjau Sekretariat DPD II PG Lamsel

SHARE

Lampung Selatan : Wakil Ketua DPD I Partai Golkar (PG) Provinsi Lampung Toni Eka Candra meninjau sekretariat kantor sekretariat DPD Partai Golkar (PG) Lampung Selatan pasca kebakaran yang terjadi pada Senin pagi (05/12/2016) sekitar pukul 02.20 WIB.

Didampingi Sekretaris DPD II PG Lampung Selatan Saiful Azumar dan sejumlah pengurus lainnya hasil musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) oleh DPD I PG Lampung, meninjau tiap sisi bangunan kantor partai berlambang pohon beringin itu yang terbakar.

Usai meninjau, kepada wartawan Toni Eka Candra mengaku, perihatin terhadap musibah kebakaran yang menimpa kantor Sekretariat DPD II PG Lampung Selatan pada Senin pagi (05/12/2016) sekitar pukul 02.20 WIB.

"Kami merasa prihatin terhadap musibah ini. Bahwa aset partai kita di Lampung Selatan terjadi kebakaran," kata Toni yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung.

Disinggung mengenai kebakaran yang terjadi berkaitan dengan musdalub DPD II PG Lampung Selatan dikantor Golkar Lampung. Toni Eka Candra enggan mengaitkan hal tersebut dengan musdalub yang berlangsung, pada Sabtu (03/12/2016) kemarin. Dirinya hanya menerka, musibah tersebut bisa terjadi disengaja atau tidak disengaja.

"Sepenuhnya kita serahkan kepada pihak kepolisian agar mengusut persoalan tersebut sampai tuntas. Kami yakin dan percaya kepada Polres Lampung Selatan, bertindak secara profesional untuk mengungkap kejadian kebakaran ini seperti apa motifnya," tegasnya.

"Kami tegaskan juga, kejadian kebakaran ini sudah menjadi atensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Maka dari itu, kami meminta (Polres, red) untuk cepat mengungkap apa penyebab kebakaran ini sesungguhnya. Persoalan ini sudah menjadi persoalan nasional (Internal Golkar, red), karena Partai Golkar juga aset bangsa begitu juga di Lamsel menjadi aset daerah yang merupakan aset pembangunan," tambahnya seraya jika musibah ini diduga disengaja dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab akan menghambat proses pembangunan di Lampung Selatan.

Dikesempatan itu juga, politisi senior Partai Golkar di Lampung ini sempat menyampaikan mengenai musdalub 3 kabupaten yakni Lampung Selatan, Pringsewu, dan Tulang Bawang Barat. Ditegaskannya, musdalub di DPD I PG Lampung berlangsung secara konstitusi sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, pada juklak nomor 5 DPP Partai Golkar.

"Kepesertaannya juga , sesuai dengan konstitusi Partai Golkar. Justru saya mau tanya, mengenai aksi kemarin (kader PG Lamsel bakar  ban), yang mengaku sebagai pimpinan kecamatan (PK), kecamatan yang mana. Coba tunjuk hidungnya kepada saya. Justru yang mengaku sebagai koorlap di aksi itu bukan lagi sebagai PK Partai Golkar dan sudah diganti (diplt kan, red)," bebernya.

"Siapa yang mengaku sebagai pungsionaris PK, kami akan menuntut itu. Bahwa dia mengaku-ngaku sebagai pungsionaris partai. Mengenai peserta musdalub di PG Lampung, adalah pungsionaris PG baik pengurus DPD, Sayap dan Hasta Karya, serta PK. Coba kemarin itu dilakukan dengan baik tidak ada aksi bakar ban, orasi, aspirasi mereka bisa disalurkan secara baik-baik ke DPD PG Lampung. Golkar ini, partai demokrasi dan terbuka," tambahnya.

Dirinya juga menegaskan, mengenai lokasi atau tempat pelaksanaan musda tidak menyalahi aturan yang berlaku.  "Karena musdalub, itu pelaksanaannya seyogyannya dilakukan di Satu tingkat diatas, tetapi kalau memang dilakukan di kabupaten juga tidak masalah. Karena sudah ada kesepakatan, kami menggelar musdalub 3 kabupaten kemarin di DPD I Partai Golkar Lampung," pungkasnya. (fitri)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: