19 Januari 2017

Tapis Evolution, Tapis Untuk Semua

SHARE
BANDARLAMPUNG,  - Menyambut perkembangan budaya, khususnya Tapis Lampung, di acara Tapis Evolution, pada 11 hingga 12 Februari 2017 mendatang.

Akademisi Universitas Lampung (Unila) Farida Aryani, berharap, panitia dalam hal ini Lampung Segalow bersama Dinas Koperasi dan UMKM, bisa fokus memilah jenis-jenis Tapis. Pasalnya, pemilahan ini berguna agar masyarakat tahu bahwa pengerjaan kain Tapis tidak sesederhana kain Batik.

Menurut Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini, Tapis Lampung ini bermacam-macam, ada yang penggunaannya untuk upacara adat, pakaian sehari hari, dan Tapis modifikasi.

"Jika boleh Saya menyarankan, panitia bisa lebih mendongkrak jenis Tapis modifikasi. Artinya, Tapis bukan hanya bisa dipakai untuk jenis bahan kain sarung, tetapi bisa menjadi pemanis pakaian. Namun, perlu diingat, Tapis bukan dicetak pada bahan, melainkan melalui proses kerajinan. Itulah arti kesederhanaan dalam Tapis," papar Farida, Rabu (18/1).

Farida yang pernah ikut berjuang dalam mengenalkan Bahasa Lampung ini melanjutkan, acara Tapis Evolution, harus bisa membumi, maksudnya adalah acara itu menjadi suatu stimulan untuk mempengaruhi masyarakat secara umum.

"Untuk diketahui saja, nama Tapis Lampung ini tidak timbul tenggelam seperti apa yang dalam pikiran masyarakat. Seperti yang saya bilang sebelumnya, pengerjaan Tapis tidak sederhana. Faktanya adalah, kain Tapis saat ini menjadi salah satu pakaian yang di idolakan negara-negara asing, seperi di Paris, Inggris, dan Amerika Serikat. Nah, dengan adanya Tapis Evolution, artinya tapis dari Lampung untuk semua," urainya.

Selain daripada itu, even Tapis Evolution, nantinya bisa mempengaruhi, semua sektor pengerjaannya, mulai dari proses pengerjaan, seperti kebutuhan kain, benang emas, hingga ke pemasarannya.

"Masalahnya hanyalah ketergantungan bahan benang emas yang saat ini masih impor. Bukan berarti kita (Lampung) harus impor terus. Karena saat ini beberapa pengrajin di kabupaten/kota sudah mengembangkan hal itu. Kembali kepada pemerintah, untuk ikut mensuport. Acara ini nantinya juga bisa jadi harapan untuk semua pecinta kain Tapis dari berbagai macam jenis," terang Farida.

Dirinya pun menilai, generasi muda atau anak-anak muda Lampung saat ini sudah mulai mencintai budayanya sendiri meskipun pengarus arus deras informasi makin ketat. Namun, kata Farida, momok atau penilaian kain Tapis itu mahal musti dirubah pada kesempatan acara Tapis Evolution.

"Pernahkah kita bermimpi, kain Tapis menjadi wajib penggunaannya untuk setiap hari Jumat, seperti kain Batik. Yah, mungkin tidak meluas atau secara nasional, khusus di Lampung saja, dan bukan untuk ASN, tapi semua khalayak pekerja. Yang semua pernak-pernik Tapis masuk disetiap jenis pakaian menjadi pemanis tersendiri. Dan saya juga meyakini Tapis Evolution, pemerintah, dan dinas terkait bisa bekerja lebih keras untuk pengembangan semua budaya Lampung," ungkap Farida.

Untuk diketahui, Lampung Segalow bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, akan menggelar acara bertemamakan "Tapis Evolution", pada 11-12 Februari 2017 mendatang, di Lapangan Korpri, Komplek Pemerintah Provinsi Lampung.

Acara yang dibuat  untuk menyambut perkembangan tapis di Lampung ini, nantinya sebagai ajang perayaan tapis yang berisi pameran, pertunjukan, perlombaan, yang melibatkan UKM, komunitas serta para penggiat tapis.

Selain pameran produk tapis, acara yang akan berlangsung dari siang hingga malam hari, menggelar berbagai pertunjukan dan hiburan. Termasuk perlombaan untuk anak-anak hingga dewasa yang berhadiah jutaan rupiah, yaitu lomba inovasi tapis, lukis mural, lukis kaos, mode tapisharia, tari kreasi dan festival musik.

Venue Tapis Evolution juga akan dibuat aktraktif yang menyajikan berbagai spot. Sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan untuk menikmati acara.(ZN)

Bandar Lampung - Menyambut perkembangan budaya, khususnya Tapis Lampung, di acara Tapis Evolution, pada 11 hingga 12 Februari 2017 mendatang. Akademisi Universitas Lampung (Unila) Farida Aryani, berharap, panitia dalam hal ini Lampung Segalow bersama Dinas Koperasi dan UMKM, bisa fokus memilah jenis-jenis Tapis. Pasalnya, pemilahan ini berguna agar masyarakat tahu bahwa pengerjaan kain Tapis tidak sesederhana kain Batik.

Menurut Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini, Tapis Lampung ini bermacam-macam, ada yang penggunaannya untuk upacara adat, pakaian sehari hari, dan Tapis modifikasi.

"Jika boleh Saya menyarankan, panitia bisa lebih mendongkrak jenis Tapis modifikasi. Artinya, Tapis bukan hanya bisa dipakai untuk jenis bahan kain sarung, tetapi bisa menjadi pemanis pakaian. Namun, perlu diingat, Tapis bukan dicetak pada bahan, melainkan melalui proses kerajinan. Itulah arti kesederhanaan dalam Tapis," papar Farida, Rabu (18/1).

Farida yang pernah ikut berjuang dalam mengenalkan Bahasa Lampung ini melanjutkan, acara Tapis Evolution, harus bisa membumi, maksudnya adalah acara itu menjadi suatu stimulan untuk mempengaruhi masyarakat secara umum.

"Untuk diketahui saja, nama Tapis Lampung ini tidak timbul tenggelam seperti apa yang dalam pikiran masyarakat. Seperti yang saya bilang sebelumnya, pengerjaan Tapis tidak sederhana. Faktanya adalah, kain Tapis saat ini menjadi salah satu pakaian yang di idolakan negara-negara asing, seperi di Paris, Inggris, dan Amerika Serikat. Nah, dengan adanya Tapis Evolution, artinya tapis dari Lampung untuk semua," urainya.

Selain daripada itu, even Tapis Evolution, nantinya bisa mempengaruhi, semua sektor pengerjaannya, mulai dari proses pengerjaan, seperti kebutuhan kain, benang emas, hingga ke pemasarannya.

"Masalahnya hanyalah ketergantungan bahan benang emas yang saat ini masih impor. Bukan berarti kita (Lampung) harus impor terus. Karena saat ini beberapa pengrajin di kabupaten/kota sudah mengembangkan hal itu. Kembali kepada pemerintah, untuk ikut mensuport. Acara ini nantinya juga bisa jadi harapan untuk semua pecinta kain Tapis dari berbagai macam jenis," terang Farida.

Dirinya pun menilai, generasi muda atau anak-anak muda Lampung saat ini sudah mulai mencintai budayanya sendiri meskipun pengarus arus deras informasi makin ketat. Namun, kata Farida, momok atau penilaian kain Tapis itu mahal musti dirubah pada kesempatan acara Tapis Evolution.

"Pernahkah kita bermimpi, kain Tapis menjadi wajib penggunaannya untuk setiap hari Jumat, seperti kain Batik. Yah, mungkin tidak meluas atau secara nasional, khusus di Lampung saja, dan bukan untuk ASN, tapi semua khalayak pekerja. Yang semua pernak-pernik Tapis masuk disetiap jenis pakaian menjadi pemanis tersendiri. Dan saya juga meyakini Tapis Evolution, pemerintah, dan dinas terkait bisa bekerja lebih keras untuk pengembangan semua budaya Lampung," ungkap Farida.

Untuk diketahui, Lampung Segalow bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, akan menggelar acara bertemamakan "Tapis Evolution", pada 11-12 Februari 2017 mendatang, di Lapangan Korpri, Komplek Pemerintah Provinsi Lampung.

Acara yang dibuat  untuk menyambut perkembangan tapis di Lampung ini, nantinya sebagai ajang perayaan tapis yang berisi pameran, pertunjukan, perlombaan, yang melibatkan UKM, komunitas serta para penggiat tapis.

Selain pameran produk tapis, acara yang akan berlangsung dari siang hingga malam hari, menggelar berbagai pertunjukan dan hiburan. Termasuk perlombaan untuk anak-anak hingga dewasa yang berhadiah jutaan rupiah, yaitu lomba inovasi tapis, lukis mural, lukis kaos, mode tapisharia, tari kreasi dan festival musik.

Venue Tapis Evolution juga akan dibuat aktraktif yang menyajikan berbagai spot. Sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan untuk menikmati acara.(rls)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: