9 Maret 2017

Sisa-Sia Banjir, Kegiatan Belajar Sekolah Di Desa Nyampir Tidak Optimal

SHARE

Lampung Timur : Pasca bencana banjir yang melanda di desa Nyampir Kecamatan Bumi Agung beberapa waktu lalu masih menyisakan pilu. Pasalnya salah satu sekolah dasar di desa tersebut masih tergenang air sisa dari banjir yang membuat siswa terganggu dalam hal belajar mengajar.
 
Melihat kondisi ini, Ketua Fraksi Partai Nasdem Faizal Riza yang turun langsung melihat kondisi sekolah meminta kepada pemerintah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) untuk lebih memperhatikan kondisi sekolah-sekolah yang ada di Lamtim untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bumi tuah bepada tersebut.

Ia menjelaskan, sebagai contoh Sekolah Dasar (SD) di desa Nyampir Kecamatan Bumi Agung yang letaknya tidak jauh dari kantor Pemkab Lamtim. Mengingat Pasca bencana banjir yang melanda di desa tersebut, sekolah tersebut sampai saat ini masih tergenang air, sehingga memaksa para siswa di sekolah tersebut harus mengikuti proses KBM tanpa memakai alas kaki (sepatu, red).

"Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan, mengingat letak sekolah tersebut tidak jauh dari kantor Pemkab Lamtim. Untuk itu saya harap pemkab Lamtim melalui instansi terkait dapat melakukan penimbunan di halaman sekolah tersebut, serta dapat dibuatkan saluran resapan air. Karena posisi sekolah lebih rendah dari badan jalan, sehingga setiap hujan turun, sekolah tersebut selalu tergenang air, bahkan hingga sepinggang orang dewasa,"ujarnya, Kamis (09/03/2017).

Ia juga mengatakan, selain kondisi halaman sekolah yang tergenang, kondisi bangunan pun sudah tidak layak, seperti plafon yang sudah jebol, tembok bangunan yang sudah rapuh bahkan kusam, sehingga sangat-sangat menggangu proses KBM di sekolah tersebut.

Dilain pihak, Kepala sekolah SDN Nyampir Habina, mengatakan sudah hampir 2 minggu lebih kondisi sekolahnya tergenang air. 

Kendati demikian, pihaknya hanya bisa menunggu kapan genangan air tersebut surut dengan sendirinya, sambil berharap pemkab Lamtim dapat segera mungkin melakukan penimbunan, sehingga halaman di sekolah tersebut tidak tergenang lagi pada saat hujan turun.

"Selain dapat segera dilakukan penimbunan, pemkab Lamtim dapat melakukan rehab bangunan sekolah yang saat ini kondisinya memprihatinkan. Karena hampir seluruh ruang plafonnya sudah jebol dan usang, sehingga tidak layak untuk dijadikan tempat belajar,"singkatnya. (tm)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: