16 Maret 2017

Tahanan Way Huwi Buat Miniatur Kapal Dalam Waktu Seminggu

SHARE
Kepala Rutan Way Huwi Dasep Rana Budi Pamerkan Karya Tahanan
Bandar Lampung, KI - Rumah Tahanan (Rutan) Way Huwi memiliki tahanan dengan tangan-tangan kreatif. Kreatifitas para tahanan tersebut mampu membuat miniatur kapal pesiar dalam waktu seminggu.

Hal ini membuktikan bahwa meski berada dalam jeruji besi namun suatu imajinasi dan karya tidak mampu dibelenggu oleh dinding pembatas sel tahanan.

"miniatur kapal ini dibuat dalam waktu seminggu. Gantungan kunci, nomor rumah dan miniatur kapal yang berada dalam botol," ujar Boy bukan nama asli, seorang tahanan di Rutan Way Huwi, Kamis (16/3)

Tahanan dirutan ini tidak hanya dibina dengan pembinaan raga saja namun secara rohani juga dilakukan pembinaan secara intensif.

Kepala Rutan Way Huwi Dasep Rana Budi mengutarakan, para tahanan memiliki kegiatan rutin. Kegiatan tersebut meliputi acara keagamaan berupa pesantren kilat.

"rutinitas bulanan para tahanan kita adakan pesantren kilat. Dengan begitu diharapkan para tahanan dapat sejuk secara rohani supaya lebih mudah dibina kearah yang lebih baik," ujar Kepala Rutan Way Huwi Dasep Rana Budi diruangannya.

Selain itu pada malam jumat selalu rutin pula sholat berjamaah ditutup dengan yasinan bersama. "kita juga menyediakan bantuan hukum gratis bagi tahanan kurang mampu melalui kantor wilayah," kata dia

Dipaparkan dia, kegiatan-kegiatan yang dimiliki tahanan diantaranya bagi yang suka musik disediakan alat musik. Tak hanya sampai disitu, pecinta olahraga juga bisa main voli dan futsal.

"tentunya kegiatan ekstra mereka dilakukan setelah kegiatan wajib diselesaikan. Piket dan rutinitas lainnya sesuai jadwal masing-masing," imbuhnya

Pada sabtu pagi, para tahanan diagendakan senam sehat jasmani bersama dengan instruktur senam yang menarik. Hal itu bertujuan supaya raga dapat terbina sehat setelah kesehatan rohani terbentuk.

"rumah ibadah para tahanan juga sangat toleransi yakni mesjid dan gereja berhadapan seperti di Jakarta Istiqlal dan Ketedral," terang mantan KPLP Serang itu.

Sementara, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Albram menegaskan, pihaknya dalam hal pengawasan sangat ketat sehingga dalam melaksanakan segala sesuatu mengacu pada ketentuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Rutan.

"Rutan kan banyak kegiatan, tahanan keluar masuk untuk sidang jadi harus betul-betul teliti karena selisih satu saja bisa gawat makanya saya awasi betul soal tahanan. Selain itu karena panggilan tugas juga sebagai Kepala Pengamanan," tegas Albram.(Wendri Wahyudi)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: