14 April 2017

Aksi HTI berpotensi bentrok. Kapolresta Sudah Antisipasi.

SHARE

(kiri) Kapolresta Kombespol Murbani Budi Pitono, (tengah) Kapolri Jenderal Tito Karnavian, (kanan) Kapolda Irjen Sudjarno

BANDARLAMPUNG, KI - Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Mudi Pitono akan mengerahkan sebanyak 500 personil untuk mengamankan aksi unjuk rasa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Aksi yang rencananya digelar pada minggu (16/4/2017) memiliki potensi kerusuhan massa yang cukup besar. Hal itu disebabkan terkait HTI yang akan mengkampanyekan Masyirah Panji Rasulullah.

"kita tidak merekomendasikan aksi tersebut digelar tapi pada saat aksi berlangsung tentu akan dilakukan pengamanan ketat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kan aksi itu juga ada kelompok yang menentangnya maka dari itu harus dikawal," ujar Kombespol Murbani Budi Pitono kepada kopiinstitue.com, jumat (14/4)

Kapolres mengimbau kepada massa yang akan menggelar aksi untuk mematuhi segala tertib aksi dan juga tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pancasila dan juga potensi konflik lainnya.

"imbauan untuk massa aksi tetap tertib dan tidak membawa bendera yang bertentangan dengan ideologi pancasila dan juga tidak melakukan hal-hal yang mengundang potensi konflik. Kepada masyarakat diminta tetap menahan diri dan apabila ada hal yang akan dilakukan yang berhubungan dengan aksi tersebut diminta berkoordinasi dengan aparat kepolisian," imbau Kapolres.

Untuk diketahui, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menggelar aksi pada minggu (16/4/2017) yang mengusung tema Masyirah Panji Rasulullah. Aksi tersebut mendapat penolakan dari Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) yang meminta untuk tidak dilaksanakan karena bertentangan dengan ideologi pancasila dan NKRI.(Wendri Wahyudi)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: