Defisit 191 Miliar Pemkot Bandar Lampung dan Rencana Korbankan Sekolah

Ilustrasi
BANDARLAMPUNG, KI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana merelokasi SDN 2 Palapa yang kemudian lokasi tersebut akan di bangun Hotel menuai kritik dari para alumni sekolah angkatan era 90an.

Alumni sekolah tersebut yang kali pertama mendengar informasi relaksasi mengaku kaget. Pasalnya sekolah yang sudah berdiri selama puluhan tahun itu merupakan institusi pendidikan dari pemerintah untuk ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa sehingga bukan kebijakan yang bijak jika bersikukuh tetap gusur menggusur.

“ Jika Pemkot bersikeras untuk merelokasi, para alumni SDN 2 Palapa akan kumpul untuk membahas itu. Bahkan tidak segan segan untuk berjaga di sekolah itu agar tidak direlokasi," ujar para alumni, sabtu (8/4)

Ultimatum keras para alumni bukan skedar wacana, tetapi itu muncul dari niat dasar para alumni SDN 2 Palapa angkatan tahun 1990 an.

Alasan ingin membangun hotel guna meraih PAD, dipertanyakan karena akan mengorbankan sekolah sehingga seolah tidak memiliki tempat lain untuk membangun hotel.

“ Yang saya tahu di Bandar Lampung sudah terlalu banyak hotel, kenapa tidak membangun atau mengelola di pinggiran kota Bandar Lampung supaya pembangunan merata tanpa perlu gusur menggusur," ungkapnya

Disisi lain, defisit keuangan pemerintah Bandar Lampung mencapai Rp191 miliar, bahkan telah melebihi ambang batas tahun 2017.

Berdasarkan pasal 3 PMK Nomor:132/PMK.07/2016 disebutkan bahwa batas maksimal defisit APBD Bandar Lampung sebesar 2,5 persen dari perkiraan pendapatan daerah sekitar Rp 504 miliar pada 2017.

Mengacu pada Pasal 3 PMK Nomor : 132/PMK.07/2016, deficit  pemkot Bandarlampung sekitar Rp 191 miliar sekitar 7,80 persen dan telah melebihi batas maksimal 2,5 persen dari total perkiraan PAD Rp504 miliar pada APBD 2017.(TIM)

Post a Comment

0 Comments