19 April 2017

Kabar OTT Setoran Proyek, 5 Jam Selisih Klarifikasi Edarwan.

SHARE
Ilustrasi
BANDARLAMPUNG, KI - Informasi yang beredar terkait adanya dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Kepala Dinas Pengairan dan Pemukiman Lampung Edarwan baru pertama kali terjadi.

Pasalnya OTT merupakan penegakan hukum oleh TIM SABER PUNGLI  yang hari ini diharapkan dapat memiliki warna sendiri. OTT juga bukan sebuah permainan informasi yang dapat mudah disebarkan tanpa pertanggungjawaban, terlebih menyebut nama Kepala Dinas.

Kopiinstitute.com menerima informasi tersebut pada selasa 18 april 2017 sekitar pukul 11.45 wib. Dari informasi tersebut dikatakan tempat kejadian perkara (TKP) OTT berada diwilayah Lapangan Saburai, Bandar Lampung.

Sedangkan pihak yang disebut terjaring yakni Edarwan menggelar konferensi pers pada pukul 16.30 wib diruanganya.

Dari urutan kronologis tersebut dapat dilihat selisih waktu cukup panjang antara pukul 11.45 wib sampai pukul 16.30 wib yakni sekitar 5 jam. Dari lima jam waktu berjalan juga tidak ada yang tahu dimana keberadaan Edarwan saat itu, meski dalam jumpa persnya mengaku dirinya seharian berada dikantor.

Terkait namanya disebut terjaring OTT pun, Edarwan tidak melakukan upaya hukum untuk menuntut dan mendesak Polda Lampung mengusut orang pertama yang menyebar informasi OTT Edarwan jika hal itu betul tidak pernah OTT seperti kabar beredar.

Mantan Penjabat Bupati Lampung Tengah ini dikabarkan terjaring OTT berkenaan dengan uang setoran proyek di Dinas tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dalam keadaan tidak aktif.

Umumnya warga negara yang namanya masih bersih akan menuntut secara hukum jika dirinya disebut-sebut bermasalah dengan hukum. Hal itu terkait nama baik dan citra, apalagi seorang pejabat publik.

Terpisah, Tim Kampanye Saber Pungli yang juga Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Sulistyaningsih menerangkan, pihaknya membiarkan saja penyebar informasi yang masih belum jelas betul tidaknya OTT terhadap Edarwan.

Sementara dikonfirmasi apakah hal itu betul terjadi atau tidak, Sulis menjawab dengan mengatakan bahwa pihaknya hanya mendalami perihal itu.

"saya dapat kabarnya dari wartawan (Red) soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) nah sebenarnya kita sedang menggalakan Saber Pungli sampai kabupaten-kabupaten supaya kalau ada Pungli atau sejenisnya dapat dilaporkan dan kita tindaklanjuti," ujar Kombespol Sulistyaningsih melalui sambungan telepon dengan tanpa mengiyakan atau membantah kabar tersebut sehingga masih dirasa janggal.(Wendri Wahyudi)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: