Pertemuan Nasional, Museum Tempat Belajar dan Pendidikan Karakter Bangsa

(empat dari kiri), Kepala Museum Lampung Zuraida bersama Dirjenbud.
Kopiinstitue.com - Museum merupakan wahana belajar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan pendidikan karakter bangsa.

Demikian hasil rekomendasi Forum Kepala Dinas pada Pertemuan Nasional Museum yang diselenggarakan di Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut membahas peran museum serta wahana pendidikan lainnya.



Kepala Museum Lampung Zuraida mengatakan, museum Lampung sudah menjadi wahana belajar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya pelajar yang berkunjung ke Museum Lampung.

"Pertemuan Nasional Museum ini guna menyamakan persepsi pengelola museum se-Indonesia untuk menjadikan Museum sarana belajar IPTEK. Selain itu untuk pembelajaran dalam konteks penguatan karakter bangsa. Museum Lampung sudah menerapkannya," ujar Kepala Museum Lampung di Yogyakarta kepada Kopiinstitue.com, kamis (18/5)

Sementara, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harry Widianto mendorong museum kembali memperkuat peran sebagai pendidik dan penguat karakter bangsa.

"Melihat kondisi Indonesia saat ini kami ingin museum kembali hadir sebagai sarana penguat karakter bangsa ," kata Harry Widianto.

Menurut Harry, dalam penyelenggaraan Pertemuan Nasional Museum (PNM) se-Indonesia 2017 yang diikuti 400 pengelola museum itu, Ditjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemdikbud sengaja mengangkat tema "Museum Sebagai Sumber Belajar dan Pendidikan Karakter Bangsa".

Pasalnya hal itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2015, museum memang memiliki tugas sebagai lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikan kepada masyarakat dengan tujuan pendidikan, pengkajian, dan kesenangan. 

"Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah peran museum dalam menyediakan pendidikan dan kesenangan bagi masyarakat," kata dia.

Melalui bukti-bukti sejarah yang dikoleksi oleh masing-masing museum, tuturnya, masyarakat bisa belajar mengenai sejarah perjuangan serta kekayaan budaya di Indonesia.

"Bahkan karena dianggap penting di luar negeri pendidikan permuseuman sudah diberikan sejak usia dini. Wawasan soal artefak sudah diberikan sejak dini," kata dia.

Oleh sebab itu, agar mampu meningkatkan peran sebagai sumber belajar dan penguat karakter bangsa, seluruh museum di Indonesia perlu berbenah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada setiap pengunjung. 

"Bagaimana agar kesadaran anak atau generasi muda mengunjungi museum bisa meningkat," imbuh dia.

Disisi lain, Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana berharap museum mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah yang daerahnya memiliki museum, sehingga keberadaan museum lebih diketahui dan menarik minat masyarakat umum.

Ia juga berharap dukungan alokasi anggaran dari pemerintah dan legislatif untuk meningkatkan manajemen museum baik negeri maupun swasta.

"Tantangan museum di Indonesia saat ini adalah persoalan manajemen. Seperti di Singapura meskipun koleksi tidak banyak namun manajemen cukup bagus dan didukung pemerintah sehingga mampu menarik minat masyarakat," terang Putu.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono mengatakan untuk mendekatkan dan mendorong minat generasi muda mengunjungi museum, pihaknya mencanangkan tiga program yakni "Museum Goes To School", "Museum Goes To Campus, dan "Museum Goes To Mall".

"Untuk mendekatkan pelajar dengan museum Pemda DIY juga telah menyediakan empat bus, khusus untuk mengantarkan siswa berkunjung ke museum secara gratis," tandasnya.(Ww)

Post a Comment

0 Comments