10 Juni 2017

Jelang Arus Mudik, Jalan Pringsewu Minim Rambu Lalu Lintas.

SHARE
Petunjuk Arah di Jalur Pringsewu
PRINGSEWU, KI - Mendekati musim mudik Lebaran 2017,  sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur utama arus mudik di Kabupaten Pringsewu, Lampung, masih minim rambu lalu lintas.

Sejumlah jalur utama juga tidak dilengkapi dengan rambu dan papan petunjuk arah. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Pringsewu.

Jalur yang membingungkan pengendara adalah jalur menuju wilayah Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Pardasuka. Kedua jalur tentu tidak ada rambu petunjuk arah. Terutama bagi pengendara yang datang dari arah Bengkulu.

Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Pringsewu merupakan jalan satu arah (one way), pengendara dari arah Kota agung dan Bengkulu, baik yang akan menuju ke Kalirejo dan Sukoharjo maupun yang menuju ke Bandar Lampung dan Ambarawa, dari Jl.Jenderal Sudirman harus berbelok ke kiri melalui Jl.Veteran kemudian tembus di Jl.KH Gholib Raya atau Simpang Tugu Pemuda.

Bagi kendaraan yang akan menuju Sukoharjo dan Kalirejo akan berbelok ke kiri melalui Jl.KH.Gholib Raya. Sedangkan kendaraan yang akan menuju ke Bandar Lampung dan Ambarawa berbelok ke kanan menuju perempatan Pasar Induk Pringsewu.

Kemudian, perempatan Pasar Induk Pringsewu, bagi setiap kendaraan dari arah utara yang akan menuju ke arah Bengkulu berbelok ke kanan melalui Jl.Jenderal Sudirman.

Sedangkan kendaraan yang akan menuju ke arah Bandar Lampung dan Ambarawa harus  berbelok ke kiri melalui Jl.A.Yani.  Bagi kendaraan yang akan menuju Bandar Lampung tentu tidak menjadi persoalan karena jalur tersebut memang langsung menuju ke Bandar Lampung.

Akan tetapi bagi kendaraan yang akan menuju ke Ambarawa dan Pardasuka, timbul persoalan tersendiri, karena tidak adanya tambahan rambu petunjuk arah menuju ke dua kota tersebut.

Akibatnya para pengendara yang akan menuju ke Ambarawa atau Pardasuka kebingungan. Terlebih bagi mereka yang baru pertama kali tiba dan melintasi Ibukota Kabupaten Pringsewu. Disini rawan bagi para pengendara tersesat bahkan berkilo-kilo meter hingga ke Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran dan bahkan hingga ke Kemiling, Bandar Lampung.

Eri, salah satu pengguna jalan menyesalkan minimnya rambu petunjuk arah pada jalur utama Ibukota Kabupaten Pringsewu. Terlebih jalur tersebut adalah Jalan Lintas Barat Sumatera yang merupakan jalan nasional yang juga menjadi jalur utama mudik dari pulau Jawa menuju sejumlah provinsi di kawasan pantai barat Sumatera, seperti Bengkulu, Sumatera Barat, serta Tapanuli, Sumatera Utara, hingga barat Aceh.

Bahkan menurutnya, banyak sekali rambu-rambu lalu lintas maupun rambu petunjuk arah yang sudah tidak relevan lagi dengan situasi terkini pengaturan arus lalu lintas di Pringsewu, dan hingga saat ini masih belum diganti.

 "Ini sangat memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan di Kota Pringsewu ini merupakan  jalan satu arah, namun tanpa dilengkapi dengan rambu-rambu dan petunjuk arah, sehingga membuat  bingung  para pengguna jalan,” katanya, kemarin.

Terlebih, sambung dia, ruas jalan di Pringsewu merupakan jalan nasional, dan merupakan salah satu jalur utama arus mudik di Indonesia untuk Jalur Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera, sehingga sudah seharusnya pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Terlebih hal ini sudah lama dibiarkan terjadi, bahkan sejak Lebaran tahun sebelumnya. Namun sepertinya tidak ada upaya sama sekali dari pemerintah daerah setempat, utamanya Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu. Kami para pengguna jalan berharap kepada Dishub maupun pihak kepolisian setempat agar dapat segera memasang rambu-rambu tambahan, termasuk memperbanyak rambu petunjuk arah, guna membantu pengguna jalan, utamanya para pemudik dari luar daerah yang melintasi wilayah Pringsewu,” harapnya. (NA)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: