Kakek 72 Tahun Bersepeda Keliling Indonesia.

Bersepeda Keliling Indonesia 
PRINGSEWU, KI  – Kakek 72 tahun penggiat lingkungan yang juga merupakan alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas tahun 1964 yang melakukan perjalan keliling Indonesia, ia singgah di Kabupaten Pringsewu ditemani pengurus daerah IKA SKMA kakek kelahiran 1943.

Tampak masih terlihat bersemangat keliling indonesia mengendarai sepeda dimulai dari tanggal 14 September 2014.

Menurutnya misi dari perjalaannya kali ini adalah dalam mengkampanyekan pelestarian hutan dan lingkungan serta menyambung silaturahmi dengan Alumni SKMA serta Rimbawan yang ada di Indonesia.

“ Pringsewu merupakan Kabupaten ke 419 sedangkan Lampung adalah propinsi ke 34 yang saya singgahi, setelah dari Pringsewu ditemani oleh Ika SKMA Pengda Lampung saya akan melanjutkan perjalan ke Kabupaten Pesawaran, Bandar Lampung disana kami akan menemui Gubernur Lampung," kata dia

Kemudian ia berencana manjutkan ke Gunung Sugih, Menggala dan kabupaten yang lain yang ada dilampung baru setelah itu kembali ke Banten. Ia berharap sebelum lebaran sudah selesai melakukan perjalanannya.

“ saya berangkat sendiri, namun ketika di daerah saya ditemani oleh para alamuni dari SKMA, tidak pernah menginap dihotel atau penginapan karena memang perjalanan ini tanpa ada sponsor karena ini adalah semangat lingkungan dan kami mengajak para rimbawan indonesia untuk tetap menjaga dan melestarikan hutan yang ada, sebagai warisan anak cucu kita,” lanjutnya penuh semangat.

Lebih lanjut, bang andik sapaan akrab penggiat lingkungan ini mengatakan bahwa kondisi hutan yang ada di indonesia khsusunya di Propinsi Lampung masih sangat terjaga meskipun tidak dipungkiri ada beberapa yang rusak oleh adanya penambangan serta penebangan liar.

“ Saya bangga karena Indonesia adalah paru-paru dunia, khusus di Lampung kondisi hutannya masih sangat baik terutama taman Nasional Bukit Barisan Selatan sangat dijaga dan diperhatikan,  kami memasuki daerah- daerah seperti tempat penakaran penyu, penakaran gajah dan kemarin juga sempat ke Rino camp yaitu tempat penakaran badak karena itulah misi utama saya .”  ucapnya bangga.

Dokumentasi serta pemberian souvenir yang didapatkan menurut bang Andik akhir dari perjalanannya akan dikemas dan diterbitkan dalam sebuah buku serta akan dibuatkan mesium.

“untuk bukunya mudah-mudahan akan terbit pada bulan Agustus, dan yang kedua karena begitu luar biasanya sambutan-sambutan di setiap daerah serta souvenir yang didapat saya akan buatkan sebagai mesium sebagai catatan perjalanan ini,”uangkapnya

Saat disinggung mengenai himbauan kepada pemerintah kedepan tentang hutan di indonesia kakek ini menjawab bahwa harapannya untuk kehutanan kedepan ada departemen atau kementrian yang berdiri sendiri yang dijabat oleh orang kehutanan murni.

“ Dengan demikian, orang rimbawan indonesia dapat bekerja dengan maksimal dalam menjaga dan melestarikan hutan kita,” pungkasnya.(NA)

Post a Comment

0 Comments