Rehab BBI Cabang Disoal


BANDARLAMPUNG - Kegiatan rehabilitasi bangunan Balai Benih Ikan (BBI) Kampung Cabang Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah tahun anggaran 2016 senilai Rp570 juta mulai disoal. Dugaan awal, dana rehab tidak sesuai dengan volume kegiatan yang telah dilakukan. Karena dari empat bangunan BBI yang ada Cabang, hanya tiga unit bangunan saja yang direhab.

“Kami sudah lakukan audit investigasi dilokasi dan kami dapati beberapa hal menarik, salah satunya adalah ada satu unit dari empat bangunan yang tidak direhab. Rehabnya pun terkesan asal-asalan bahkan diantaranya ada yang tidak direhab tapi hanya ditimpah cat saja, padahal materialnya kayu bukan bata atau dinding,” kata Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Lampung (Matala), Charles Alizie.

Melalui tim investigasi, Matala menjabarkan beberapa telaah atau uraian termasuk hasil wawancaranya dengan kepala kampung setempat. Pemerintah setempat juga menganggarkan dana Alat Tulis Kantor (ATK) untuk BBI melalui tahun anggaran yang sama sebesar Rp52 juta.

“Tidak ada ATK baru, dalam tiga bangunan hanya terdapatmeja kursi lama yang tidak berbeda kondisinya. Tak nampak juga ada alat tulis kantor lazimnya kantor yang beroperasional normal,” kata dia.

Menurut Pengawas Dinas Perikanan, Sujiman yang telah dikonfirmasi oleh MaTaLa menyebutkan tidak ada permasalahan dalam proses dan pelaksanaan rehab bangunan BBI tersebut. 

“Bahkan kata pak Sujiman, pihak pemerintah daerah mendapat bangunan paving blok sepanjang 80 meter gratis dari pihak rekanan,” ujarnya.

Rencananya MaTaLa akan membuat laporan resmi pada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. 

“Kita sudah validasi dan telaah dari beberapa hasil wawancara kami dan setelah itu rencananya kami akan buatkan laporan resmi ke kejaksaan tinggi,” kata dia. 

Post a Comment

0 Comments