4 Juni 2017

Waspada!!! Kejahatan hipnotis jelang mudik lebaran. Polisi Raja Hipnotis bocorkan rahasia pelaku.

SHARE
Bripka Rosali, SH.,MH. (kiri)
KOPIINSTITUE.COM - Kewaspadaan terhadap aksi-aksi kejahatan menjelang arus mudik lebaran perlu ditingkatkan bagi pemudik supaya tidak menjadi korban pelaku kejahatan dengan menggunakan hipnotis.

Karena pelaku biasanya tidak segan-segan merampas barang berharga milik korban seperti perhiasan, uang tunai. korban hipnotis akan tersadar beberapa jam kemudian setelah pelaku sudah pergi seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya saat mudik.

Saat mempraktekan hipnotis
Untuk menghindarinya, pemahaman cara kerja hipnotis perlu dikenali masyarakat yang melakukan mudik lebaran.

Bripka Rosali memberikan kiat-kiat mengantisipasi kejahatan menggunakan hipnotis. Anggota polisi yang bertugas di Polda Lampung ini mengatakan, kejahatan hipnotis tidak akan berpengaruh asalkan orang tersebut menolaknya. 

Rosali menjelaskan seluruh proses hipnotis merupakan proses self hypnosis (sugesti diri sendiri) yakni rasa takut korban yang dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis. Dan pelaku mampu mengidentifikasi orang-orang yang mudah dihipnotis.

Oleh sebab itu, pemudik harus mengetahui cara-cara supaya tidak menjadi target. Ia menyarankan bila sedang bepergian curiga lah pada orang baru dikenal apalagi berusaha mendekati. 

Menurutnya seluruh proses hipnotis lebih menekankan pada teknik komunikasi yang sangat persuasif. Dan biasanya pelaku mengawali aksinya dengan cara menepuk korban secara tiba-tiba. 

"Pelaku dengan modus hipnotis juga biasanya akan berusaha mengajak korban berbicara dengan penekanan bahasa sehingga ia mendominasi pembicaraan. Tujuannya supaya korban lebih banyak mendengarkan kata-kata dari pelaku yang tanpa disadari itu merupakan sugesti untuk mempengaruhi alam bawah sadar korban, setelah pengaruh hipnotis masuk maka korban akan mengikuti apapun kemauan pelaku termasuk memberikan harta benda korban secara sukarela tanpa ia sadari. Ini yang sering terjadi pada pemudik setiap tahunnya," ujar Bripka Rosali yang dikenal dengan sebutan Polisi Raja Hipnotis, minggu (4/6).

Kemudian, sambung Rosali, pemudik sebaiknya menghindari percakapan yang mungkin terjadi. Sebab saat fokus pada ucapan seseorang maka saat itulah sugesti sedang dilontarkan dan ini seperti tahun-baru sebelumnya banyak terjadi dikota-kota besar pada pemudik.

"Pelaku menjadikan pemudik target biasanya saat berada dikeramaian seperti stasiun, terminal, bandara, pasar dan pusat keramaian lainnya. Jika mengalami kondisi tersebut pemudik segeralah menjauh dari orang tersebut lalu mengalihkan perhatian pada hal lain," jelas anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Lampung.

Lebih jauh dijelaskan bang Roy, sapaan akrab Bripka Rosali, langkah selanjutnya agar tidak menjadi korban kejahatan pelaku hipnotis yakni dengan menyibukan pikiran. Itu dilakukan agar fikiran tidak kosong karena fikiran kosong sangat berbahaya apalagi saat sedang sendirian ditempat umum.

"jika fikiran kosong maka alam bawah sadar akan terbuka, dan kondisi ini sangat mudah untuk disugesti," sambung dia

Alumni Magister Hukum UBL angkatan 26 ini juga mengimbau pemudik juga harus tanggap bila beberapa orang tiba-tiba mengerumuni tanpa suatu hal yang jelas. 

Jika mengalami hal tersebut, Roy menyarankan untuk segera pergi ke tempat yang ramai atau melaporkan ke petugas keamanan. Hal itu penting untuk menjaga diri karena biasanya pola kerja pelaku kejahatan hipnotis kerap beraksi secara berkelompok.

"Jika mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, dianjurkan untuk memerintahkan diri sendiri agar senatiasa terjaga dan normal kembali. Caranya dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita normal dan sadar sepenuhnya. Lebih praktis setiap berjalan dimanapun agar terbiasa berzikir atau bernyanyi atau pula pujian pada tuhan," urainya.

Roy menambahkan, modus pelaku tidak hanya hipnotis namun juga gendam. Untuk menghindarinya masyarakat harus menguasai diri dengan sadar serta selalu waspada jika mulai merasa mengantuk, mual, pusing sampai dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar. 

Bila mengalami seperti itu kemungkinan seseorang sedang berusaha melakukan telepathic forcing (memengaruhi oranglain tanpa menyentuhnya).

"demi keselamatan dan keamanan barang berharga disarankan untuk dapat membuang seluruh energi negatif tersebut dengan cara berdoa menurut agama dan keyakinan yang dianut supaya tetap dalam kondisi sadar," tutupnya.

Bang Roy berharap saat puncak arus mudik lebaran ini tidak ada lagi pemudik yang menjadi korban kejahatan pakai hipnotis dan gendam.

Untuk diketahui, hipnotis ialah seni memengaruhi dengan cara memasuki alam bawah sadar melalui segesti atau kata-kata.

Roy mengatakan hipnotis dapat dipelajari oleh siapapun dengan mudah hal itu dilihat pada saat adanya pelatihan Hipnotis selalu bisa dikuasai peserta. 

Hipnotis sejatinya seni yang bermanfaat seperti membuat percaya diri, menguasai fikiran sendiri, menenangkan fikiran, mengobati trauma, phobia apapun dan manfaat-manfaat lainnya.

Anggota polisi ini juga mempunyai kegiatan pengabdian masyarakat, karena menurut bang Roy, polisi itu berasal dari masyarakat, hadir untuk masyarakat dan harus ada serta melayani masyarakat.

Terkait hal itu, ia berkontribusi terhadap upaya pencegahan serta penanggulangan narkoba yakni dengan memberikan pengobatan dan terapi bagi pecandu narkoba secara gratis setiap sabtu pukul 09.00 wib s.d 12.00 wib di Jl Way Pangubuan no 10, Pahoman, Bandar Lampung.

"Hipnodrugs, pengobatan kecanduan narkoba yang dalam satu menit tuntas," ungkap dia.(Wendri Wahyudi)

BRIPKA ROSALI, SH.,MH. NRP 83040084 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Lampung
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: