1 Juli 2017

Arist Merdeka Sirait: Lawan Radikalisme

SHARE
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam Seminar Nasional dengan tema "Menangkal Faham Radikalisme, Kebencian dan Persekusi Terhadap Anak Indonesia, Bali (1/7/2017).
Nasional, KI - Masifnya aksi-aksi terorisme hari ini akibat tumbuh dan berkembangnya paham Radikalisme yaitu faham yang mengajarkan suatu ajaran dengan pola kekerasan.

Hal itu yang disoroti Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Menurutnya bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan untuk menangkal paham tersebut.

Ironisnya paham Radikalisme itu sedang diajarkan kepada anak-anak melalui orangtua masing-masing oleh kelompok tertentu yang menganut faham ajaran kekerasan.

"saat ini sedang terjadi penanaman faham Radikalisme, Kebencian dan Persekusi. Ini dilakukan lewat buku-buku bacaan, kemudian ajakan untuk melakukan tindakan serta ujaran kebencian  misalnya anak-anak diajarkan oleh orangtua untuk tidak bersahabat dengan orang-orang yang tidak satu pemahaman dengannya, tidak satu iman dan seterusnya," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kepada kopiinstitue.com, sabtu (1/7).

Arist mencontohkan, ajaran-ajaran tersebut tidak seharusnya diajarkan kepada anak-anak untuk memusuhi oranglain sehingga orang-orang yang tidak satu pemahaman dianggap kafir.

"anak-anak kan tidak tahu apa yang sedang diajarkan pada mereka. Ini sangat disayangkan karena anak itu masanya bermain, hak-haknya yang menyenangkan dipenuhi bukan doktrin-doktrin seperti itu," tutur Arist.

Upaya menangkal faham Radikalisme tersebut didiskusikan dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan di Bali pada sabtu (1/7/2017) dengan tema "Menangkal Faham Radikalisme, Kebencian dan Persekusi Terhadap Anak Indonesia". 

Arist pun menanggapi aksi terorisme belakang yang terjadi seperti aksi bom bunuh diri dan penyerangan terhadap polisi karena negara dianggap menghalangi tujuan kelompok radikal tersebut.

"kelompok radikal kerap menyerang polisi karena dianggap yang menghalangi Visi Misi mereka jadi Polisi-TNI bagi mereka institusi nyata yang menghambat tujuannya maka itu mereka memusuhinya," kata Arist Merdeka Sirait.(wen)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: