28 Juli 2017

Detik-Detik Penangkapan Sindikat Penyelundup 300 Kilogram Sabu-Sabu.

SHARE
Ilustrasi
Jakarta - Polisi menangkap anggota sindikat pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak 300 kilogram sabu-sabu disita sebagai barang bukti. 

“Narkoba ini berasal dari Cina,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto, Kantor Badan Narkotika Nasional, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 27 Juli 2017.

Eko mengatakan, informasi pengiriman sabu-sabu itu sudah diperoleh beberapa hari sebelumnya. Polisi kemudian mengatur strategi untuk meringkus para pelaku. 

“Anggota di lapangan menyamar, salah satunya ada yang menjadi porter,” katanya.

Secara rinci Eko menjelaskan, sabu-sabu itu disembunyikan dalam shoe polishing machine (mesin pemoles sepatu) dan dikirim menggunakan jasa ekspedisi. Untuk itu polisi sudah bekerja sama dengan perusahaan ekpedisi tersebut. 

“Tepat jam 03.00 (Rabu lalu) seorang tersangka bernama Supandi masuk ke kantor ekspedisi untuk tanda tangan penerimaan barang,” kata Eko. 

Tidak berapa lama, barang diangkut dengan  truk Isuzu Elf putih bernomor polisi B 9608 BN. Saat itu polisi sebenarnya bisa membekuk para pelaku. Namun tindakan itu urung dilakukan dengan pertimbangan menghormati perusahaan ekpedisi yang bersedia bekerjasama. 

“Akhirnya penangkapan disepakati di depan Mal Emporium Pluit, Penjaringan, yang jaraknya sekitar satu kilometer” kata Eko.

Setelah truk keluar dari gudang ekpedisi, polisi tetap membuntuti. Sedangkan sejumlah anggota lagi bersiaga di depan Mal Emporium. Sekitar pukul 05.00 truk melintas di tempat itu. 

Polisi bergerak untuk menghentikan kendaraan itu. Tersangka yakni Supandi alias Adi dan seorang warga negara Taiwan, Khe Huan Hong, dibekuk tanpa perlawanan. Sedangkan sopir truk, Heru Himawan, ikut dibawa untuk dijadikan saksi. 

“Delapan koli shoe polishing machine disita. Isinya sabu dengan berat kotor 281,6 kilogram,” ujar Eko.

Berdasarkan keterangan tersangka diketahui, barang haram itu semula akan dibawa ke Sedayu Square Blok C Nomor 10, Cengkareng, Jakarta Barat. 

Namun dalam perjalanan, mereka mengubah rencana. Barang akan diturunkan di perumahan Pluit Karang Cantik Blok D3 Selatan Nomor 16, Penjaringan, Jakarta Utara.

Berbekal keterangan itu, polisi membawa Khe Huan Hong ke Sedayu Square Cengkareng. “Diduga masih ada lagi barang di sana,” ujar Eko. “Dugaan ini makin kuat dengan adanya catatan pengiriman sebanyak enam kali dari bulan Januari sampai Juli.”

Saat tiba di lokasi, Khe Huan Hong membuat ulah. Dia berbalik dan berusaha merebut senjata polisi yang mengawal. Beruntung polisi yang diserang itu sigap. Meski jatuh karena di dorong Khe Huan Hong, polisi itu bisa mempertahankan senjatanya. Selanjutnya terdengar suara tembakan dan pria asal Taiwan itu tersungkur diterjang peluru.

Dari Sedayu Square Cengkareng,  polisi menyita sabu-sabu lebih dari 18 kilogram. Diduga selama ini tempat itu dijadikan gudang untuk mengemas ulang sabu yang baru datang dari Cina. 

“Ditemukan plastik baru serta packing sabu yang ditemukan juga telah rusak” kata Eko. “Dengan kemasan yang baru itu maka nilai barang menjadi tinggi kembali.”

Eko mengungkapkan jaringan ini dikendalikan oleh Warga Negara Taiwan. Mereka membeli sabu-sabu pada produsen di Tiongkok. Barang itu dikirim ke Indonesia melalui Malaysia. Diperkirakan harga sabu di Cina hanya Rp 60- 100 juta per kilogram.  

Di Malaysia itu harganya naik menjadi Rp 200-300 juta per kilogram. “Begitu masuk ke Indonesia melonjak jadi Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar untuk satu kilogram,” katanya seperti dilansir dari Tempo.co.id.
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: