Indikasi Elite Politik Terlibat, Mahasiswa Dukung Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Batu Mesuji.

Kondisi Proyek Pengadaan Batu di Dinas PU Kabupaten Mesuji. Foto diambil disatu lokasi.
BANDARLAMPUNG, KI - Dugaan korupsi proyek batu mesuji ditengarai melibatkan sejumlah elite politik Lampung. Dugaan keterlibatan elite politik tersebut diperkuat dari sejumlah keterangan-keterangan yang berhasil dihimpun di Lapangan sebelum kasus ini mencuat dan diselidiki aparat penegak hukum.

Belum lama ini, kopiinstitue.com mengkonfirmasi tokoh politik yang memiliki jabatan strategis di Partai Politik. Dalam keterangannya bahwa perusahaan yang dipakai tersebut bukan miliknya namun ia mengelak dengan nada diplomatis mengenai pekerjaan yang dikerjakan di Kabupaten Mesuji, Dinas Pekerjaan Umum Mesuji.

"kalau perusahaannya bukan punya saya, ingat ya perusahaan yang saya bilang. Kalau pekerjaannya," demikian potongan kalimat dari percakapan dengan tokoh politik yang cukup panjang tentang proyek Batu ini.

Selain tentang dugaan korupsi yang meliputi pengurangan volume, dugaan sewa pinjam perusahaan, dugaan tanggal penawaran dalam dokumen kontrak yang janggal serta dugaan batu tersebut dijual kembali diminta Mahasiswa untuk segera diungkap seterang-terangnya oleh polisi.

"kami mendukung pihak kepolisian membongkar dugaan korupsi proyek batu mesuji ini. Mengingat ini proyek besar, kita akan kawal proses hukum kasus ini," kata Ketua Lingkar Studi Mahasiswa Lampung, Alvin, Selasa (25/7).

Pasca penyelidikan di Kejaksaan Tinggi Lampung sampai tahap pemeriksaan saksi-saksi termasuk sejumlah Pejabat Dinas PU seperti Kabid Bina Marga Danil, dugaan korupsi Proyek Pengadaan Batu Dinas PU Kabupaten Mesuji segera dibongkar Kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung Komisaris Besar Rudi Setiawan mengungkapkan, proyek tersebut dilaporkan masyarakat ke Bareskrim Mabes Polri. 

"itu kan laporan masyarakat ke Bareskrim Mabes Polri. Mabes Polri sudah menurunkan tim ke Lampung dan sudah melakukan penyelidikan," terang Kombes Pol Rudi Setiawan.

Untuk penyelidikan sewaktu di Kejaksaan Tinggi, pihaknya yang sudah diperiksa antara lain, HH, PD, NB, JND dan HJ termasuk Kabid Bina Marga Danil.

Untuk diketahui, proyek ini ialah Pengadaan material batu tahun 2014 dan 2015 di Dinas PU Kabupaten Mesuji, diantaranya pada 2015, Proyek Dinas PU Mesuji memiliki proyek pengadaan bahan material di kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur dengan nilai Rp 23.236.539.033 yang dikerjakan oleh PT Suci Karya Badinusa.

Kemudian pengadaan bahan material di kecamatan Way Serdang, panca Jaya, simpang Pematang dengan anggaran Rp 5.642.500.000 dilaksanakan PT Sumberjaya Prima Kencana.

Selanjutnya, pengadaan bahan material kegiatan pembangunan saluran drainase jalan lingkungan dengan anggaran Rp 18.176.850.000 oleh PT Sumberjaya Prima Kencana.

Sedangkan Tahun 2014, Dinas PU Mesuji mengalokasikan anggaran untuk pengadaan batu 5/7 di kecamatan simpang Pematang sebesar Rp 4.710.825.000.

Untuk pengadaan batu 5/7 di Way Serdang Rp 3.860.850.000, untuk pengadaan batu 5/7 kecamatan Mesuji sebesar Rp 3.595.500, pengadaan batu 5/7 kecamatan Mesuji Timur senilai Rp 2.870.619.000.(wen)

Post a Comment

0 Comments