Kapolres Lampung Timur jadi Pembina Upacara. Pelajar diminta jauhi Narkoba


Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto saat menjadi Pembina Upacara di SMKN 1 Sukadana, Senin (17/7/2017). 
Lampung Timur, KI - Upacara wajib setiap hari Senin yang dilakukan oleh siswa-siswi SMK NEGERI 1 Sukadana pada umumnya dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah masing-masing.

Namun, ada yang tak biasa pada kegiatan upacara yang digelar pada hari Senin (17/07) yang dimulai pukul 07.00 WIB.


Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra Erlianto, SIK,MH hadir menyambangi dan bertindak sebagai pembina upacara bendera di sekolah SMK NEGERI 1 Sukadana.

Kapolres hadir untuk menanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme serta sikap patuh hukum peraturan perundangan-undangan.

Kepada para generasi penerus, serta sebagai penambah motiviasi belajar para siwa/siswi untuk menjadi insan muda yang cerdas, dan bertaqwa, mampu bermanfaat bagi masyrakat bangsa dan negara.

"Untuk para siswa/siswi mengingat pentingnya penggunaan media sosial yang cerdas maka harus bijak dan berhati-hati dikarenakan maraknya ajaran ajaran radikalisme agama yang diunggah oleh orang orang yang tidak dikenal melalui internet," kata dia dalam amanatnya.

Kemudian para pelajar diharapkan dapat menjaga kesatuan sesama pelajar supaya tidak terjadi perselisihan serta mampu menjauhkan diri dari bahanya penyalahgunaan narkoba.

Dalam amanatnya juga menyampaikan bahwa Polri mengadakan program Polisi Peduli Sekolah yang terdiri dari 12 cakupan kegiatan diantaranya, Pembangunan karakter siswa dengan hadirnya polisi menjadi pembina upacara, pembinaan polisi cilik di tingkat sd, polisi sahabat anak untuk tingkat paud/RA, patroli keamanan sekolah, program safety riding untuk SMA/SMK/MA

Selanjutnya membentuk Tim gabungan penerbitan siswa yang berkeliaran di jam jam sekolah, pembinaan dan penyuluhan anti radikalisme dan intoleransi, penyuluhan narkoba kenakalan remaja dan wawasan kamtibmas, sosialisasi kampanye penerimaan anggota Polri.

Pramuka saka bhayangkara, operasi tertib sekolah, permasalahan di lingkungan sekolah yang diselesaikan di tingkat bhabinkamtibmas secara musyawarah mufakat(rembug pekon).

Disesi akhir menambahkan, saat ini banyak pengaruh buruk yang mengintai para remaja. Oleh sebab itu, diimbau kepada guru pembimbing agar lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap para murid agar tak terjerumus kepada hal-hal yang dapat merugikan masa depan mereka.

"kepada para siswa agar lebih fokus dalam menempuh jenjang pendidikan dan selalu berbuat positif. Selain itu, para guru dan murid untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dimana saja berada. Sebab semua itu merupakan tanggungjawab kita bersama,” tutur AKBP Yudy Chandra Erlianto.(rls)

Post a Comment

0 Comments