Landasan Pacu Bandara Pekon Serai Diperpanjang 1.600 Meter.

Foto/Net. Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo bersama Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal beserta jajaran.
LAMPUNG, KI - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Muhammad Taufik Kiemas, Pekon Serai, Lampung, Minggu, 2 Juli 2017. Menteri Budi bersama rombongan tiba di bandara yang berada di kawasan pantai barat Sumatera tersebut sekitar pukul 11.00.
Saat berada di Bandara Pekon Serai, Budi menyempatkan diri untuk mengelilingi bandara sepanjang 1.100 meter itu. Budi ditemani Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo dan Ketua Komisi Perhubungan DPR Fary Djemy Francis.
Menurut Budi, di bandara ini  tidak terdapat penerbangan reguler. Sebelumnya terdapat maskapai Susi Air dengan pesawat jenis caravan yang terbang hanya tiga kali dalam seminggu.
"Tapi cuma (bertahan) dua tahun. Banyak sebabnya, bisa jumlah penumpang dan lain sebagainya," ujarnya.

Budi menambahkan, jadwal pesawat yang tidak pasti membuat masyarakat memilih moda transportasi lain. Karena itu, dia ingin landasan Bandara Pekon Serai diperpanjang hingga 1.600 meter agar pesawat yang lebih besar bisa mendarat, seperti ATR 42 atau ATR 72.
"Dan jadwalnya lebih pasti."
Rencananya, kata Budi, perpanjangan landasan Bandara Pekon Serai akan dimulai tahun ini, yakni menjadi 1.400 meter. Tahun depan, landasan akan diperpanjang kembali menjadi 1.600 meter.

"Tanahnya dari daerah sudah dihibahkan ke kami. Akan kami kembangkan," ucapnya.

Budi berujar, berdasarkan diskusinya dengan Ketua Komisi Perhubungan, anggaran perpanjangan landasan Bandara Pekon Serai akan diambilkan dari anggaran Kemenhub dalam APBN Perubahan 2017.

"Nilainya Rp 50 miliar untuk perpanjangan sampai 1.600 meter," katanya seperti dilansir dari Tempo.co.

Dengan perpanjangan landasan tersebut, Budi berharap, ekonomi di wilayah Lampung bagian barat tersebut bisa tumbuh.

"Apa lagi di sini ada tempat turis yang luar biasa, yaitu tempat surfing terbaik di dunia. Kalau di sini jadi destinasi turis, daerahnya akan berkembang." (Tempo.co/Kopiinstitute.com)




Post a Comment

0 Comments