Aksi Desa Mandiri Pangan Membuat Pekon Sri Menganten Jadi Sentra Ikan

Warga Pekon Sri Menganten menunjukkan hasil Budidaya Ikan.
BANDARLAMPUNG, KI - Pekon Sri Menganten, Kecamatan Pulau panggung, Tanggamus, pernah masuk kategori desa rawan pangan. Namun, Perlahan desa itu bangkit melalui Program Desa Mandiri Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Provinsi Lampung.

Kebangkitan Pekon dari kerajaan pangan terbantu dari Dana Bantuan Sosial (Bansos) Desa yang diberikan sebesar Rp100 juta untuk usaha produktif warga yakni budidaya ikan air tawar.

"Sekarang ada 97 desa yang masuk program Desa Mandiri Pangan di Lampung. Kami terus memonitor perkembangannya, karena program ini salah satu prioritas Pak Gubernur Ridho Ficardo, dalam mengentaskan kemiskinan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kusnardi, di Bandar Lampung, Senin (21/8/2017).

Program Aksi Desa Mandiri Pangan (Proksi Demapan), merupakan program menanggulangi kemiskinan dan sekaligus menangani kerawanan pangan.

Program ini pun dilakukan melalui pemberdayaan kepada Kelompok Afinitas (KA), dengan kegiatan pelatihan, pendampingan, dan pemberian dana bergulir.

Pilihan budidaya ikan sebagai penopang perekonomian warga, juga berbuah hasil. Kini, ada empat kelompok tani yang mengandalkan hidupnya dari budidaya ikan air tawar yakni Hidup Mandiri, Jaya Mandiri, Seksi Tujuh 1, dan Seksi Tujuh 2.

Menurut Ketua Kelompok Jaya Mandiri, Jaenal Aripin, pada awal pembentukan usaha hanya terdapat empat kolam masing-masing satu kolam di empat kelompok tersebut.

Namun kini jumlahnya bertambah menjadi 18 kolam. Tak hanya itu, kegiatan ini juga berdampak pada masyarakat di luar kelompok afinitas di empat desa tersebut. Aksi tersebut berhasil mencetak budidaya ikan air tawar hingga mencapai 100 kolam.

"Kami bersyukur atas program ini, karena manfaatnya tak hanya dirasakan empat kelompok, tapi warga di luar kelompok," kata Jaenal Aripin.

Banyaknya dana mengalir ke desa baik dari Pemerintah Provinsi Lampung seperti Gerbang Desa Saburai dan alokasi dana desa dari pusat, membuat desa menggeliat. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, terus berkoordinasi agar dana tersebut efektif dan tepat sasaran.

"Kami akan mensinergikan kegiatan Desa Mandiri Pangan ini dengan kegiatan lainnya. Misalnya, dengan memanfaatkan dana desa sesuai amanat Permendes 22 Tahun 2016 tentang Dana Desa untuk mengatasi kendala yang dihadapi masyarakat dalam budidaya ikan air tawar. Salah satunya mahalnya pakan, sehingga sangat dibutuhkan bagi satuan kerja terkait untuk melakukan pelatihan pembuatan pakan dan mesin pembuat pakan,” kata Kusnardi. (***)

Post a Comment

0 Comments