20 Agustus 2017

Gerakan Lampung Menabung Himpun Dana Pelajar Rp122 Miliar

SHARE
Kegiatan Gerakan Lampung Menabung.
GEDONGTATAAN, KI - Gerakan Lampung Menabung hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi Lampung mampu menghimpun dana pelajar Rp122 miliar. Dana itu dihimpun dari Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) dan SimPel Islamic Banking (IB) 6.130 sekolah se-Lampung per Juni 2017.


"Total nilai nominal tabungan mencapai Rp122 miliar dan 261.510 rekening. Selama Januari–Juni 2017 terjadi peningkatan sangat signifikan dari sisi jumlah sekolah, rekening, dan nominal tabungan SimPel/SimPel IB," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Adeham, pada pencanangan Gerakan Lampung Menabung dan pembukaan Lampung Ekonomi Expo 2017 di Lapangan Sidototo, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, Sabtu (19/8/2017).

Tabungan SimPel/SimPel IB diluncurkan pada 14 Juni 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Di Lampung, gerakan ini ditargetkan mencakup seluruh sekolah yang berjumlah 7.078. Sebagai apresiasi, Pemprov Lampung dan OJK memberikan penghargaan kepada sekolah yang paling banyak jumlah rekening Tabungan SimPel/Simpel IB.

Penghargaan diberikan kepada SMP Negeri 21 Bandarlampung, SMA Negeri 2 Bandarlampung, dan SD Negeri 2 Rajabasa Bandarlampung. Penghargaan juga diberikan kepada pelajar yang aktif menabung yakni  Navarina Ajeng Pratiwi (SMPN 1 Natar Lampung Selatan) di BNI Tanjungkarang, Salfi May Yana (SMPN 16 Bandarlampung) di Bank Pasar Kota Bandarlampung, dan Rena Novelia (SMAN 1 Gedongtataan) di Bank Lampung.


"Diharapkan ke depan kegiatan ini menumbuhkembangkan minat menabung masyarakat. Kemudian, sebagai upaya mempercepat akses keuangan daerah melalui penyaluran fasilitas kredit, mengembangkan kemitraan, peluang investasi, dan mendorong perkembangan UMKM," kata Adeham. 

Menurut Adeham pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi salah satu tolok ukur perkembangan ekonomi daerah. Peningkatan tabungan masyarakata, kata Adeham, juga salah satu indikator perkembangan ekonomi dan kesejahteraan. "Pada 2016, ekonomi Lampung mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi yakni 5,15%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 5,02%," kata Adeham. 

Pada acara ini juga digelar penandatanganan kerja sama antara Bank Syariah Mandiri dan MAN 1 Metro, MAN 1 Pesawaran, MIN 5 Bandarlampung, serta MTs 1 Bandarlampung. Lalu, Bank Lampung dan SMK Negeri 1 Bandarlampung, BNI 46, serta SMA PGRI 1 Pagelaran Pringsewu serta PAUD Pinangjaya, Bandarlampung.

Menurut Kepala OJK Lampung Untung Nugroho, kegiatan ini mendukung peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat khususnya di Lampung. "Sehingga masyarakat luas semakin mengenal ragam produk dan jasa keuangan formal, yang bisa meningkatkan likuiditas tabungan domestik untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat," kata Untung Nugroho. 

Pada acara yang diawali jalan sehat tersebut, Pemprov Lampung memberikan bantuan kepada kelompok tani dan pinjaman kredit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) berupa 10 ribu benih ikan baung, 10 ribu benih ikan patin, dan 50 ribu benih ikan nila kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Trimulyo, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian berupa dua traktor roda dua, 35 uni pompa air, lima unit mesin penanam padi (rice transplanter), dan 64 unit semprotan tangan. Bantuan secara simbolis diterima Kelompok Tani Karya Manunggal Desa Kalirejo, Kecamatan Negerikaton, Pesawaran.

Pemprov Lampung juga memberikan bantuan peremajaan tanaman kakao berupa bibit dan saprodi untuk 200 hektare yang secara simbolis diberikan kepada Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Gunungrejo, Kecamatan Wayratai Pesawaran. Pinjaman Kredit BLUD Rp20 juta kepada usaha kantin dan katering Ibu Marhamah dan pinjaman Kredit BLUD Rp15 juta kepada usaha warung sembako Ibu Lita. (Humasprov)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: