Proyek Embung Pringsewu Diduga Dibangun Asal-asalan.


PRINGSEWU, KI - Dalam rangka peningkatan pendapatan negara serta peningkatan taraf hidup masyarakat pemerintah pusat melalui APBN dan pemerintah daerah melalui APBD mengelontorkan dana yang tidak sedikit untuk membangun sarana dan prasarana diperbagai sektor.

Salah satu yang menjadi skala prioritasnya adalah sektor pertanian. Sering kali Program yang tentunya merupakan angin segar bagi petani dalam upaya memaksimalkan hasil pertanian dengan peningkatan sarana serta prasarana pertanian dijadikan celah oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam mengeruk keuntungan besar bagi segelintir orang.

Seperti pengadaan DAM penahan air (embung) yang ada di pekon Pandansari Selatan Kecamatan Sukoharjo kabupaten Pringsewu diduga menjadi ajang praktek kotor tersebut.

Proyek pengadaan yang berasal dari APBD dengan nilai pagu anggaran sebesar 120 juta diduga dikerjakan asal jadi. Pantauan dilapangan tidak terdapat plang atau papan nama proyek dan juga pada bangunan tersebut Dibeberapa titik pondasi tanggul terdapat retakan.

Sumardi salah satu warga pandansari selatan yang juga ikut menjadi tenaga kerja pembangunan proyek embung tersebut mengakui jika dalam pengerjaan pondasi tanggul tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi.

" Saya memang ikut kerja selama 3 hari, sebagai kuli lepas. Awalnya atas perintah kepala tukang memang untuk adukan pakai perbandingan 5 banding 1. Tapi selanjutnya takaran pasir ditambah terus. Selanjutnya adukan sudah apake takaran lagi, pakai ilmu kira-kira aja." Ujar dia.(23/08)

"Hasilnya bisa dilihat  sendiri mas, memang kemarin retakannya ditambal tapi saya tidak tau siapa yang mengerjakan," terangnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu , Maryanto saat dikonfirmasi terkait dengan dugaan pekerjaan asal jadi proyek embung tersebut, melalui sambungan selulernya mengatakan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum diserahkan kepada dinas.

" proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan, belum diserah terimakan kepada pihak dinas mengenai kerusakan kami sudah meminta kepada pihak ketiga untuk memperbaiki, namun sampai hari ini belum ada laporan," ujarnya. (NA)

Post a Comment

0 Comments