Jam Terbang Tinggi, Cara Pembinaan Ala Kadivpas Edi Kurniadi

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kanwil Lampung Edi Kurniadi, Bc.IP,.SH.MH
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) –Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) harus diberi pembinaan maksimal supaya dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah masa pidana habis dan dikembalikan ke masyarakat. Hal itu supaya terpidana merasa diperlakukan manusiawi sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan seperti kerusuhan, pembunuhan, peredaran Narkoba, kekerasan dan transaksi terlarang dalam Lapas dan Rutan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kantor Wilayah Lampung Edi Kurniadi bercerita, sudah banyak Lapas dan Rutan yang dipimpinnya. Oleh karena itu, dirinya mengetahui segala apa yang terjadi sampai hal terkecil sekalipun. Dengan begitu, kata dia, memahami cara membina para napi.

“jadi dalam membina para warga binaan itu harus cerdas emosional, spiritualnya karena setiap orang kan beda-beda perilaku. Maka dari itu supaya semua dapat berjalan kondusif tertib anggaplah mereka (napi) sebagai keluarga. Nah kalau kita menganggap mereka keluarga selayaknya keluarga tidak mungkin mau saling menyakiti, mengotori (konflik) ataupun melakukan perbuatan yang dilarang lainnya,” tutur Edi, Kamis (7/9/2017).

Dilanjutkannya, Lapas Sukamiskin maupun Cipinang sudah pernah dipimpinnya, bermodalkan hal tersebut untuk membenahi Lapas dan Rutan diwilayah Lampung metode pendekatan itulah yang diterapkannya.

“dengan segala keterbatasan SDM dan daya pendukung lainya tetap kita harus bekerja maksimal ya karena bagian dari tugas. Selain itu, jangan pernah menganggap mereka (napi) orang yang berada dalam pembuangan terakhir. Sebab itulah, kita dengan tanggungjawab dan segala resiko harus memakai pendekatan, ibaratnya memindahkan jiwa kita ke mereka jadi bisa merasakan bagaimana jadi mereka,” terangnya

Edi pun menegaskan kepada Kepala Lapas dan Rutan se Lampung untuk bekerja sesuai aturan tanpa kompromi dengan tidak meninggalkan kebijaksanaan disisi kemanusiaan. “kalau soal menegakkan aturan kita harus tegas dank eras, tapi dalam hal membina kita harus cerdas melihat sisi kemanusiaan,” ucap dia sambil menggambarkan kondisi Rutan dan Lapas.

Untuk bertugas di Lampung, dirinya tidak kaget lagi karena sebelumnya pernah ditugaskan di Lampung tepatnya di Kota Agung. Untuk para Kepala Lapas dan Kepala Pengamanan Lapas dan Rutan supaya tidak main-main dalam mengemban tugas membina warga binaan serta dapat berkomunikasi yang baik guna sinergisitas membangun  Lapas dan Rutan guna pembinaan dan memanusiakan manusia.

“yang penting kita prinsipnya sama untuk membangun Lapas dan Rutan di Lampung supaya lebih baik lagi. Dan bisa mengoptimalkan seluruh unsur pendukung pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yakni WBP itu sendiri dan petugas, juga masyarakat (stakeholder),” tegasnya.(Wendri Wahyudi)

Post a Comment

0 Comments