27 September 2017

Waspadai Dinas PMD Lampung, Kesan Abaikan Program Gubernur Semakin Nyata.

SHARE
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Lampung Yuda Setiawan. (foto/isl)
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Minimnya publikasi program Gerbang Desa Saburai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Lampung cenderung tidak memenuhi dampak skala prioritas dari penggunaan anggaran desa tersebut. Dalam mata anggaran disebut terkait infrastruktur Desa, BUMD Desa, pemberdayaan masyarakat, dan yang terakhir publikasi serta informasi. 

Akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto berpendapat, seharusnya Dinas PMD dan Desa terjalin satu sinergisitas yang baik dalam menginformasikan keberhasilan penggunaan anggaran tersebut baik secara langsung maupun melalui Web instansi. 

"Artinya ada yang tidak sama disini. Desa itu melakukan petunjuk langsung dari Dinas PMD, apa kata dinas itu yang dilakukan oleh desa. Justru desa melakukan perintah dari PMD. Nah, keseriusan PMD inilah yang kita harapkan dalam mengelola anggaran agar outputnya jelas,"jelas Yusdianto, Selasa (26/9).

Dalam pelaksanaan penyelenggaraan program di desa, adalah suatu keharusan memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat dengan melibatkan semua pihak. "Apa yang dilakukan oleh aparatur desa terhadap penggunaan anggaran desa sudah semestinya dipublikasikan secara terbuka dan meluas," ujarnya

Dinas PMD sebagai atasan pemerintah di desa, bisa melakukan beberapa tindakan-tindakan untuk memaksa desa itu melakukan publikasi terhadap hal-hal yang sudah dilakukan. Memaksa dalam artian mempersilahkan desa-desa menyampaikan penggunaan anggaran. 

"Gerbang Desa Saburai ini kan program Pemerintah Provinsi Lampung, dengan dana ratusan juta. Artinya, dengan dana besar maka sudah sepantasnya apa saja hal-hal yang sudah dihasilkan dari penggunaan anggaran desa. Harus ada yang namanya keterbukaan masing-masing pihak," terang Kandidat Doktor ini.

Program ini merupakan satu diantara program unggulan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, dan dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Lampung ini nampak minim publikasi.

Para Kepala Desa disetiap ingin mengungkapkan bahwa program Gubernur Ridho melalui Gerbang Desa Saburai telah berhasil memajukan infrastruktur dan pembangunan di desa-desa. 

Kepala Desa Bandar Baru, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Hadiansyah Akmal. Yang mengungkapkan, publikasi keberhasilan Program Gerbang Desa Saburai dari Gubernur sangat perlu diketahui khalayak banyak. Pasalnya, manfaat dari program ini benar-benar dirasakan. 

"Bagaimana orang mau tahu keberhasilan program Gubernur mengentaskan desa tertinggal dengan minimnya publikasi. Saya berbicara apa adanya, karena memang manfaatnya begitu terasa dalam peningkatan roda perekonomian di desa," jelas Hadiansyah.

Selain itu, kata Hadiansyah, semenjak program Gerbang Desa Saburai ini bergulir, manfaat seperti pembangunan Kantor Desa yang sebelumnya tidak ada, perbaikan akses jalan, dan lain sebagainya, menjadi salah satu bukti program ini mendapat penilaian yang baik dari masyarakat. 

"Kami khususnya warga Desa Bandar Baru, mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur. Selain infrastruktur dan pembangunan, program air bersih dari dana Gerbang Desa juga sudah mulai tersalurkan disetiap dusun-nya," tandasnya.

Sementara itu, dari Web resmi Dinas PMD di http://www.bpmpd.lampungprov.go.id/, juga terlihat Dinas PMD pun tidak banyak menginfokan soal program Gerbang Desa Saburai yang menjadi unggulan Gubernur Lampung tersebut. 

Hal itupun dibenarkan langsung oleh Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat, Dinas PMD Provinsi Lampung, Sulasih. "Iya benar itu web resmi kami," singkatya.


SHARE

Author: verified_user

0 komentar: