Dugaan Asusila Oknum DPRD, Budi Belum Tersangka Tika Belum Dipanggil BK

isl
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Kasus “Budi Tika” yang sempat menjadi perhatian publik karena melaporkan Oknum DPRD Tulang Bawang Barat Budiyanto yang diduga hendak memperkosanya oleh adik iparnya sendiri Tika belum juga diusut tuntas.

Dilihat dari sisi hukum, setelah kejadian itu suami Tika, Angga Raya mengatakan istrinya sudah melaporkan peristiwa percobaan pemerkosaan ke Polresta Bandar Lampung dengan nomor laporan TBL/B-1/5777//2017/LPG/RESTA BALAM yang diterima Kanit SPKT Ipda Hasanusi pada 18 Oktober 2017.

Tak berselang lama korban mencabut laporan, meski begitu proses hukum di kepolisian tetap berjalan. “kita sudah memanggil dua saksi ya untuk dimintai keterangannya dan terlapor juga sudah kita panggil, kasusnya jalan terus lah kita juga liat gimana perkembangannya,” ujar Kapolresta Kombespol Murbani Budi Pitono.

Setelah laporan dicabut, Budi selaku terlapor langsung gencar menggelar konfrensi pers guna membantah laporan korban. Dalam setiap klarifikasinya terlapor mengatakan kronologi sebenarnya kejadian yang terjadi antara dirinya dan korban saat dirumahnya wilayah Sukarame Bandar Lampung.

“jadi ini salah faham aja karena kan Angga (suami korban) itu tidak tahu apa-apa, tidak melihat dan tidak berada dilokasi jadi dia ngomong gitu dimedia karena ditelpon istrinya T. Nah T bilang kalau dia diperlakukan seperti itu (percobaan perkosaan) makanya Angga naik pitam,” kata Budiyanto.

Lantas, mengenai dua versi kronologi yang jauh berbeda antara pelapor dan terlapor hingga kini belum diketahui apakah pelapor atau terlapor yang membuat keterangan sesuai peristiwa sebenarnya karena keduanya hanya berbicara tanpa didukung bukti seperti CCTV.

Klarifikasi Budiyanto yang juga Ketua DPD Tubabar juga telah disampaikan selama dua jam di Badan Kehormatan DPRD Tubabar. "iya Budiyanto sudah kita panggil berkenaan berita yang beredar serta dugaan asusila itu. Kita tadi minta dia memberi keterangan kejadian sebenarnya dan beberapa pertanyaan kita tanyakan tadi. Yang pasti, bila terdapat pelanggaran maka kita selaku Badan Kehormatan siap menjatuhkan sanksi tapi semuanya tetap menunggu proses hukum ya," ujar Ketua BK DPRD Tubabar, Marzani.

Namun, BK belum memanggil korban guna dimintai keterangan agar menjadi bahan pembanding sehingga bila Budiyanto ternyata difitnah maka pelapor sudah membuat laporan palsu yang merupakan tindak pidana. Begitupun jika pelapor benar maka seharusnya polisi segera menetapkan tersangka terhadap terlapor.

 “Bukti yang diserahkan korban sudah bisa untuk dijadikan dasar polisi menetapkan terlapor sebagai tersangka, apalagi para saksi dan terlapor sudah diperiksa. Kemudian menarik dalam kasus ini ada dua versi kronologi jadi ini tantangan bagi polisi untuk cermat menanganinya karena kasus ini menjadi perhatian masyarakat. Ya kalau si Budi benar rehabilitasi nama baiknya dan Tika artinya sudah membuat laporan palsu dan itu ancaman pidananya berat tujuh tahun. Kalau si Budi salah cepatlah tetapkan tersangka biar tidak jadi polemik,” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Sehat Lampung, Jef, Kamis (26/10/2017)

Terpisah, Sekjend DPW PAN Lampung Iswan Hendi Cahya enggan menanggapi kasus ini. Saat dihubungi dirinya mengaku sedang rapat. “nanti aja ya saya rapat nih,” ucapnya

Kasus ini bermula dari Oknum anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubabar) Fraksi PAN diduga melakukan pelecehan seksual berbentuk percobaan pemerkosaan terhadap iparnya T. Menurut Angga suami korban, kejadian ketika istrinya tiba di Bandar Lampung menemui anaknya yang tinggal dirumah oknum tersebut karena sedang menempuh pendidikan di Bandar Lampung.

Lantas, saat istri dan anaknya istirahat tidur dikamar tamu rumah oknum, tiba-tiba oknum masuk kamar dan langsung menggerayangi korban dengan cara menyentuh tubuh hingga bagian paha atas korban. Merasa ada yang menjamahnya, korban pun langsung bangun dan menahan tangan pelaku hingga memar.

“Kejadiannya sekitar jam setengah 10 tadi pagi jadi si B itu yang anggota dewan dari PAN Tubabar masuk kamar langsung megang istri saya dan tangannya sampai masuk celana istri saya. Pas dia (istrinya) bangun langsung menahan tangan dia (Oknum), dikiranya istri saya mudah gitu, karena kepergok dia kabur,” papar dia

Oknum dewan kabur menggunakan mobil dinas Rush warga silver plat merah lalu melarikan diri. Dikejar oleh istri pelaku menggunakan mobil CRV, namun tidak juga berhenti sehingga membuat istri pelaku menambrakkan mobil CRV yang dikendarainya ke mobil oknum dewan hingga mobil keduanya ringsek ringan.

“nah walau udah ditabrakin tetep gak berhenti juga, berhentinya bentar terus kabur lagi. Sampai sekarang gak bisa dihubungi gak tahu kemana, udah saya sms bilang kalo dia (oknum) itu kamp#ng, anj#ng, bab#,” ucap dia.(fiuhh)



Post a Comment

0 Comments