Ini Bagian Kalimat Zainudin Hasan yang dianggap menghina NU

ilustrasi fotonet-diambil dari media foto Lampung Media Online-

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

"Anak-anakku santri dan adik-adikku santriwati semua, yang saya banggakan tepuk tangan dulu buat adik-adik santri semua ini. Yang saya hormati KH Dr Ismail Marzuki, Ketua PBNU Lampung Selatan Ust Mahmud, Para Pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Lampung Selatan, Para Ustad dan Ustazah, Para Pejabat Struktural Pemkab Lampung Selatan, tokoh masyarakat, tokoh agama hadirin yang berbahagia.

Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu wassalamu 'ala asrofil ambiya iwal mursalin wa'ala alihi wasohbihi aj ma'in. Amma ba'du. Saya muliakan tamu kehormatan kita dari mesir Alhamdulilah hadir ditengah-tengah kita.

Pertama saya mengucapkan selamat hari santri, kami mendapat laporan dari ketua PBNU tahun pertama karena lagi suasana pemilihan presiden suasananya kental dengan politik. Tahun kedua berbarengan dengan Pilkada lagi-lagi politik. Untung tahun ini politiknya tahun depan saudara-saudara sekalian.

Maka ini adalah yang ketiga tapi peringatan yang pertama saudara-saudara sekalian. Saya melihat semangat ada walaupun darurat saya melihatnya.

Saudara sekalian terasa bahwa islam akhir-akhir ini sedang terkotak-kotakan. Disini ada Forum Komunikasi Pondok Pesantren (Ponpes) se-Lampung Selatan. Tapi saya tidak melihat ketuanya hadir saudara-saudara sekalian, ini tentu pertanda yang kurang baik tidak kompak sesama muslim. Kenapa, karena pimpinan tertinggi NU di Pusat suka ngantem sono sini

Nah saya minta ini NU Lampung Selatan harus berani mendobrak ini. Inilah pendiri NU (dua kiyai pimpinan Ponpes yang disebut dalam sambutan Bupati) ini tiap hari dicaci maki sama pimpinan NU Pusat itu KH Prof.Dr. Said Aqil Siradj," Bagian Kalimat yang diucapkan Bupati Lampung Selatan Zainudi Hasan dalam sambutannya di acara Pawai Santri sebagai peringatan Hari Santri, Minggu (22/10/2017)

Zainudin menyampaikan sambutan yang berakibat munculnya reaksi NU selama delapan menit. Pada menit tersebut kata sambutannya dinilai tendensius serta mengarah pada penghinaan Ketua PBNU KH Prof.Dr. Said Aqil Sirad seperti yang dikatakan Koordinator Front Muda Nahdliyin Een Riansyah.(wen)


Post a Comment

0 Comments