Penegakan Hukum Polda Acuan Kebijakan Pemda

(kiri) Wakapolda Brigjen (Pol) Angesta Ramona Yoyol, (tengah) Kapolda Irjen (Pol) Suroso Hadi Siswoyo, (tengah) Dirkrimum Kombes (Pol) Heri Sumarji, (kanan) Kabidhumas Kombes (Pol) Sulistyaningsih.
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Penegakan Hukum Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dapat menjadi acuan sebagai dasar Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengambil kebijakan. Pasalnya penindakan yang dilakukan polisi akan dievaluasi secara berkala guna melihat kecenderungan tindak pidana yang dilakukan masyarakat.

Kapolda Lampung Irjen (Pol) Suroso Hadi Siswoyo mengutarakan, kasus C3 yang menjadi prioritas selanjutnya dievaluasi sehingga didapat satu pengelompokan perkara menonjol berdasarkan data penindakan dan hasil ungkap perkara.

“ini tentunya selalu dievaluasi dari hasil penindakan dilapangan jadi bisa dilihat kasus apa yang paling banyak terjadi, kemudian dimana dan kenapa masyarakat melakukan itu sehingga rela menjadi pelaku kejahatan karena pasti ada motifnya. Nah kalau itu sudah kita ketahui ini kan bisa dijadikan resolusi Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan,” ujar Kapolda Lampung Irjen (pol) Suroso Hadi Siswoyo di Mapolda, Senin (30/10/2017)

Dengan adanya data yang valid, sambung dia, Pemerintah lebih mudah mengetahui permasalahan masyarakat sehingga bisa memberikan solusi lapangan pekerjaan karena sudah mengetahui dari hasil kerja kepolisian.

“15 kabupaten/kota terdata lengkap karena evaluasinya nanti per minggu jadi setiap bulan diadakan evaluasi. Inilah namanya bekerja bersama-sama dan bersama-sama-kerja,” sambung Kapolda

Kecenderungan kasus yang terjadi dapat dilihat juga mata pencaharian mayoritas di daerah domisili pelaku kejahatan tersebut. Oleh sebab itu, setiap peristiwa kejahatan harus diungkap cepat, dengan begitu maka cepat juga diketahui persoalan latar belakang perbuatan tindak pidana yang dilakukan.

“Polda Lampung dan jajaran telah berhasil mengungkap kasus, curas, curat, curanmor dan senjata api illegal serta kasus-kasus menonjol pembunuhan,” ungkap dia

Dalam kurun waktu sembilan hari sebanyak 81 tersangka diringkus dari 60 perkara tindak pidana yaitu, pembunuhan 1 kasus 1 tersangka, curas 15-23, curat 20-23, curanmor 14-15, penyalahgunaan senpi illegal 2-2, pemerasan 2-2, senjata tajam 1-1, perjudian 2-4, penganiayaan berat 1-1, pencabulan 1-1 dan pemalsuan dokumen 1-2.

Dari jumlah kasus dan tersangka tersebut berhasil diamankan sebanyak 129 macam barang bukti terdiri dari R4 3 unit, R2 17 unit, Senpi Rakitan 8 pucuk, Amunisi 43 butir, kunci letter T 1, Sajam 5, Laptop dan Komputer 2, Jam Tangan 3, Hp 9, Roll Eksavator 1, dan Perhiasan 5 Jenis senilai Rp 15.750.000,- kemudian uang tunai Rp 1.706.000,- serta 31 jenis barang bukti lainnya.

Post a Comment

0 Comments