Pringsewu Marak Tambang Ilegal, Salah Satunya Milik Anak Mantan Gubernur, Sekda Dituding Hambat Izin Tambang.

Sekdakab Pringsewu A.Budiman (isl-foto.net)
PRINGSEWU, (Kopiinstitute.com) – Kabupaten Pringsewu yang dikenal minim persoalan terlebih dipimpin oleh seorang Bupati yang sangat religius ternyata memiliki persoalan klasik yang luput dari perhatian publik yakni tambang illegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan latar belakang mulai dari birokrat, penegak hukum dan masyarakat dikatakan sejumlah tambang-tambang besar yang beroperasi sejak lama tidak berizin.

Aktifitas penambangan itu disinyalir salah satunya milik anak mantan Gubernur Lampung. Kemudian kepemilikan lainnya yaitu dimiliki perorangan atau gabungan pemilik yang berhasil dikonfirmasi Kopiinstitute.com mengakui penambangan yang dilakukan illegal.

Namun menurut pemilik tambang itu, aktifitas ekonomi illegal berbentuk eksplorasi, ekploitas hingga produksi tambang batu dilakukan dengan sadar hukum. Apalagi jajaran Polda Lampung sudah turun ke lokasi menegur hingga minta aktifitas dihentikan.

“kami penambang maupun pemilik tambang disini bukan tak tahu ada izin yang harus dilengkapi, dan kami pun sudah sejak lama urus izin tapi berkas kami tak diproses dan yang menghambat Sekda,” ujar pemilik tambang illegal dengan luas 7hektar ini, Rabu (25/10/2017)

Dirinya mengaku urus izin tambang sejak Januari 2017, sebelum mengurus izin ke Dinas Pertambangan (Distamben) Provinsi Lampung, pemilik harus terlebih dahulu melengkapi dokumen ditingkat Kabupaten diantaranya Kesesuaian Tata Ruang dengan Lokasi Aktifitas Penambangan.

“nah untuk ngurus itulah berkas kami gak ditandatangani oleh Sekda, entah apa masalahnya. Kalau dugaan sih mungkin karena saya tidak masuk blok dia dan sewaktu Pilkada Pringsewu saya beda dukungan politik makanya urusan saya dihambat,” paparnya

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pringsewu Budiman sedang dalam tahap konfirmasi. Mantan Kepala Disbertam Kota Bandar Lampung yang kini Sekdakab Pringsewu belum lama ini mencuat kabar tersandung dugaan Tipikor Pengadaan Truk Sampah dan truk Tangki Disbertam Bandar Lampung tahun anggaran 2014-2015 meliputi, pengadaan 9 unit dumtruck, 5 unit truck amroll senilai Rp 2.050.000.000,- ta 2014.

Sedangkan pada 2015, pengadaan dumtruck Rp 3.960.000.000,- dan 3 unit truck amroll senilai Rp 1.282.500.000 namun sempat dibantah Budiman bahwa dirinya tidak terlibat dan tidak terdapat selisih anggaran yang menyebabkan timbulnya kerugian negara, meski sejumlah elemen menduga terjadi Mark Up mencapai 400persen.

Begitupun dengan pernyataan warga yang menyebut adanya tambang milik anak mantan Gubernur Lampung yang sempat menjabat wakil bupati pringsewu belum dapat dikonfirmasi. “iya bukan cuma satu tambang gak ada izinya, tapi yang besar-besar ada banyak, ada juga punya pak “D” disana itu, ya kenapa selama ini didiemin karena punya anak mantan Gubernur,” ujar Nopri warga Pringsewu.

Persoalan ini berawal dari laporan warga ke redaksi Kopiinstitute.com tertanggal 20/10/2017 yang berisi pesan sebagai berikut. “Pak Kapolda, mohon tindak tegas tambang batu belah seluas 25hektar  diduga illegal. Lokasi tambang ada di Dusun 4 Pekon Tambahrejo, Kec Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Pelaku mengeruk gunung sehingga rawan longsor apalagi sepertinya masuk wilayah yang dilindungi, pemiliknya Y,” begitu pesan yang diterima.

Menurutnya aktifitas penambangan sudah berjalan sekitar tiga tahun dengan menggunakan alat berat berupa eksavator untuk mengambil batu lalu dibawa menggunakan mobil dumptruck.

Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswowo mengatakan, laporan tambang ditindaklanjuti ke jajarannya. “segera direques ke jajaran untuk ditindaklanjuti,” terang mantan Deputi IV Baintelkam Ekonomi Mabes Polri.

Senada, sumber dilingkungan Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi tambang di Pringsewu dan siap menjalankan instruksi pimpinan. “kita sudah ke lokasi yang jelas perintah pimpinan dilaksanakan,” ujarnya.(wendri)


Post a Comment

0 Comments