13 Oktober 2017

Wartawan Jawa Tengah Jadi Korban, Wartawan Lampung Aksi Solidaritas

SHARE
Puluhan Wartawan di Lampung aksi solidaritas atas insiden kekerasan yang dialami Wartawas di Banyumas Jawa Tengah.
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Kembali terjadinya kekerasan terhadap wartawan menimbulkan reaksi dari para wartawan Lampung. Yakni sebagai aksi solidaritas satu profesi puluhan wartawan unjuk rasa menyikapi kekerasan pers di Banyumas Jawa Tengah beberapa hari lalu.

"Aparat kepolisan dan penegak hukum punya rapor merah terkait kekerasan terhadap jurnalis,” ujar Ketua AJI Bandar Lampung Adan Padli dalam orasinya di Tugu Adipura, Jumat (13/10)

Senada, Wakil Ketua PWI Lampung Adolf Ayatullah mengecam tindakan aparat kepolisian yang membubarkan aksi demonstrasi di Kantor Bupati. "Kerja-kerja wartawan itu melaksanakan amanat undang-undang. Kekerasan terhadap wartawan mengancam kebebasan pers secara umum," jelas Bung Dolop.

Peserta aksi terdiri dari perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI), Aliansi Jurnalis Independen (AJi), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), YLBHI Bandar Lampung, perwakilan pers mahasiswa dan perwakilan wartawan-wartawan dari Tulang Bawang, Pesawaran, Way Kanan, Tanggamus serta beberapa kabupaten lain di Lampung.

Sementara Ketua SMSI Lampung Donny Irawan menyatakan dukungan atas aksi solidaritas wartawan Lampung. "Dalam Rapimnas Bangka kemarin juga dilakulan sesi khusus untuk mengecam insiden Banyumas," ujar Donny yang baru saja mengikuti Rapimnas SMSI di Bangka-Belitung.

Saat menggelar aksinya, peserta aksi melakukan jalan kaki (long march) dari Sekretariat PFI menuju Bunderan Gajah, kemudian korlap Aris Susanto Ketua IJTI Lampung memimpin massa menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti orasi masing-masing perwakilan.

Aksi solidaritas wartawan Lampung ditutup nyanyian lagu Padamu Negeri dan doa untuk wartawani Banyumas yang menjadi korban.(*/rls)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: