Yusuf Kohar: “Jangan Pilih Pemimpin Yang Istrinya Ikut Campur Ngatur Pemerintahan”.


Wakil Walikota Bandar Lampung M.Yusuf Kohar (foto.net)
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Pemimpin sangat penting dalam menentukan arah keberhasilan pembangunan. Karena pentingnya posisi pemimpin maka orang yang akan menduduki kursi kepemimpinan harus memiliki seni dan strategi dalam memimpin.

Selain itu juga mempunyai kharisma agar dapat menjadikan wadah yang dipimpinnya disegani dengan wibawa yang ada seperti para pemimpin dunia diantaranya Napoleon, Whashington, Lincoln, Churchil, Jenderal Sudirman, hingga Proklamator Pemimpin Besar Revolusi Ir Soekarno. Keberhasilan pemimpin dunia dan kepemimpinan nasional, selain dari gaya kepemimpinan yang dimiliki juga dukungan istri.

Wakil Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar melihat cara memilih pemimpin dalam pemerintahan ialah pemimpin yang tidak bisa diintervensi oleh istri dalam urusan jalannya roda pemerintahan. Namun demikian istri mendukung penuh tugas maupun program suami.

“Pemerintahan itu supaya baik harus dijalankan oleh sistem yang ada supaya jalannya pemerintahan berjalan sebagai sistem. Ini tidak boleh sama sekali diganggu karena dasarnya adalah aturan hukum dan undang-undang. Misalkan Gubernur punya wakil, Walikota juga punya wakil, bupati juga gitu jadi semuanya diatur,” ujar Yusuf Kohar kepada Kopiinstitute.com, Senin (16/10/2017).

Sistem pemerintahan yang ada, tutur dia, memberikan fungsi dan porsi kepada wakil sebab bila pemimpin katakanlah kepala daerah setingkat walikota/bupati tidak memfungsikan wakilnya maka bukan pemimpin yang sehat dan itu harus menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk memilihnya.

“Jadi istri kepala daerah sebagai pemimpin tidak boleh ikut campur urusan suami apalagi mengatur jalannya pemerintahan. Suami juga jangan diam saja takut istri. Ini bukan cuma ikut ngatur-ngatur tapi malah sampai nak marahi camat, lurah,kepala dinas, kepala badan, sekolah-sekolah, sampai puskesmas. Jadi dia (istri) bukan pejabat negara, dia bukan pejabat pemerintahan,” papar dia.

Pemimpin yang istrinya ikut-ikutan mengatur pemerintahan, dan suami juga takut istri jangan dipilih karena membahayakan bagi jalannya pemerintahan yang sehat. Karenanya istri pemimpin harus tahu tugas diantaranya membantu program dibidang PKK, Dekranasda dan Dharmawanita.

“Pemimpin harus memberdayakan wakil karena hukum mengatur adanya wakil,”tegasnya.(wendri)

Wakil Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Telaah Kritis Reklamasi Teluk Lampung yang diselenggarakan Kopiinstitute di Grand Karaoke tahun 2016.

Post a Comment

0 Comments