LBH Bandar Lampung Kecam Anggota DPRD Bentak Wartawan. Yuhadi : Saya Hanya Meluruskan Berita Saya

ilustrasi
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung Yuhadi, S.Hi mendadak viral di sosial media hingga kalangan pers. Bahkan Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung itu mendapat kecaman keras dari LBH Bandar Lampung.

Dalam press release LBH Bandar Lampung yang dikirim oleh Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Juniardi ke Grup WhatApss Fortaline Lampung mengecam sikap Yuhadi yang terkesan mengajak wartawan berkelahi. Selain itu, juga mengenai kata-kata yang dilontarkan seolah menganggap rendah profesi selain anggota DPRD.

“Bahwa salah satu anggota DPRD Bandar Lampung melontarkan kata-kata “Mahal Jengkol Gua Ini. Satu miliar LebihGua Keluar Duit, Jadi Dewan ini. Berantem juga gua ini mau,” begitu yang ditulis dalam rilis LBH.

LBH Bandar Lampung menerangkan terkait kerja-kerja jurnalis wartawan harus memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat dan perusahaan pers. Patut diketahui bahwa kerja-kerja jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi melalui media massa sehingga karya jurnalistik wartawan dilindungi dari segala bentuk penyensoran.

Dikonfirmasi, Yuhadi membantah dirinya menantang wartawan berkelahi saat agenda sidak yang dilakukan oleh Komisi III. Menurut dia, dirinya berada di depan RM Bumbu Desa bertepatan dengan agenda sidak namun dirinya tidak ikut dalam sidak tersebut.

“Saya hanya meluruskan berita saya, dalam hearing bersama Dinas PU kan saya tidak pernah berkata bahwa flyover itu menggunakan besi banci karena secara structural flyover itu gak ada besi yang dibawah 16, besi 16keatas itu kan SNI Internasional, nah tapi ditulis wartawan ujar Yuhadi flyover menggunakan besi banci,” kata Yuhadi, Jumat (3/11/2017)

Yuhadi menambahkan, dirinya sudah menggunakan hak jawabnya tapi tidak dimuat dalam berita media wartawan yang dimaksud sehingga dirinya takut dikatakan masyarakat bodoh soal kontruksi padahal ia pernah menjadi kontraktor. “saya ini nasib beruntung aja jadi dewan kalau enggak ya mungkin udah jadi tukang cakil,” pungkasnya.(wen)



Post a Comment

0 Comments