29 November 2017

MBK Ko Buncin Bermasalah

SHARE
ilustrasi-foto/net
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Mal Boemi Kedaton (MBK) yang berada tepat disamping Pembangunan Flyover Retak sesuai temuan Komisi III DPRD Bandar Lampung bermasalah. Pasalnya, pusat perbelanjaan milik pengusaha yang akrab disapa “Ko Buncin” tersebut disoal terkait adanya indikasi pembuangan limbah kea lira sungai Way Belau sehingga berdampak aroma yang tak sedap.

Hal tersebut sontak meresahkan masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, pengunjung pun merasa terganggu hingga pekerja Flyover yang sedang dibangun kontraktor Kristian Chandra pun mengeluh. “mungkin limbahnya mengalir kesini (sungai),” ujar masyarakat sekitar mal

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyatakan siakp tegas agar keluhan masyarakat dapat direspon secara cepat oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui BPLH sehingga dapat memastikan terkait pembuangan limbah meski manajemen MBK telah mengakui membuang limbah ke sungai.

“Pemerintah harusnya bergerak cepat merespon laporan dan keluhan masyarakat terkait indikasi pembuangan limbah di Sungai Way Belau tersebut ya. Sebab ini kan sudah meresahkan warga dan menimbulkan aroma yang tak sedap. Oleh sebab itu kita mendesak tim BPLH segera turun mengecak dan bila tersebut langsung saja jatuhkan sanksi,” tegas Direktur WALHI Hendrawan, Rabu (29/11/2017)

Untuk diketahui bahwa sejak awal pembangunan Mal Boemi Kedaton banyak menimbulkan kecaman bahkan penolakan dari masyarakat. Sebab wilayah berdirinya mal terbesar di Lampung tersebut berada dalam zona pendidikan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) no 10 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandar Lampung.(wen)
SHARE

Author: verified_user

0 komentar: