Permasalahan SGC, Nizwar Afandi Inisiasi FGD Bahas Skema DBH Perkebunan.

Nizwar Afandi
BANDARLAMPUNG, (Kopiinstitute.com) – Sugar Gorup Companies (SGC) semakin mendapat sorotan publik Lampung. Setelah pemberitaan media massa dilanjutkan dengan gerakan demonstrasi massa di Gedung DPRD Provinsi Lampung kini Tokoh Muda Lampung Nizwar Afandi mengurai permasalahan SGC yang tidak berdampak pada pembangunan Lampung.

Ia menjelaskan, permasalahan korporasi tidak hanya terletak pada Hak Guna Usaha (HGU) tapi sangat kompleks yakni tentang HGU Perkebunan di Lampung utamanya SGC harus juga dilihat segara variannya mulai dari proses kepemilikan, kesesuaian ukuran, pajak, community development dan sebagainya.

“tampaknya memang harus ditelisik lebih serius dengan pendekatan multi disiplin ilmu secara komprehensif,” ujar Nizwar Afandi, Sabtu (11/11/2017)

Bang Afan, sapaan Nizwar Afandi, inisiasi diadakannya Focus Group Discussion (FGD) itu ditujukan pada akademisi Unila Syarif Makhya dan Calon Gubernur Lampung dengan tentunya mengabaikan fakta bahwa isu ini seakan memiliki siklus yang berulang mengemuka setiap menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung.

“FISIP Unila mungkin dapat menginisiasi serangkaian FGD yang cermat dan telaten untuk itu, buku putih atau cetak biru yang berisi pandangan dan rekomendasi berbasis data valid yang telah di analisa dengan berbagai perspektif, akan menjadi wujud nyata tanggung jawab intelektualitas dan moralitas kampus sebagai centre of excellence,” jelas dia

Dugaan penggelapan pajak yang disuarakan, tutur Afan, mengingatkannya kepada diskusi antara dirinya bersama Syarif Makya 17 tahun lalu ketika ia dibimbing dan diuji skripsinya tentang implikasi ekonomi politik UU Otda yang baru di Lampung.

Saat itu sempat mendiskusikan absennya skema DBH (dana bagi hasil) sektor perkebunan, sedangkan skema DBH pertambangan begitu progresif memberi porsi besar kepada daerah-daerah yang memiliki areal tambang. Hingga kemudian ia menimba pengetahuan di program studi kekhususan otonomi daerah dan pembangunan lokal di Salemba, ketimpangan antara DBH perkebunan dan DBH pertambangan masih belum berubah.

“Hampir 15 tahun saya terpisah dengan lingkungan akademis, tentu banyak informasi yang tidak saya ketahui. Dan perlu diketahui juga bahwa itulah kenapa daerah yang punya banyak perusahaan perkebunan tidak lebih maju dibanding daerah yang punya banyak pertambangan,” urainya

Dengan diselenggarakannya FGD nantinya, Afan telah mempersiapkan pertanyaakn menjadi topik bahasan bila FISIP Unila dalam waktu dekat berkenan menginisiasi serangkaian FGD. Adapun pertanyaan yang akan dijadikan topik bahasan yaitu :

1) Apakah skema DBH PBB sektor perkebunan saat ini sudah menguntungkan bagi daerah?

2) Apakah kewenangan penentuan NJOP lahan perkebunan masih menjadi kewenangan Pemerintah Pusat atau sudah di otonomi kan?

3) Apakah skema DBH Pajak Hasil Perkebunan saat ini sudah sama seperti DBH Pajak Hasil Pertambangan (yang menguntungkan daerah)?

4) Apakah skema kepemilikan saham Pemerintah Daerah dalam perusahaan pertambangan (ex: Antam, KPC, Newmont, dll) saat ini juga sudah dapat dilakukan pada perusahaan perkebunan?

 5) Apakah ketentuan pelaksanaan dan mekanisme pengawasan kewajiban comdev perusahaan perkebunan sudah optimal? Sudah sebangunkah dengan UU Desa yg baru?

Akan ada banyak pertanyaan lanjutan dari 5 pertanyaan tersebut. Menurutnya , itulsh pokok-pokok masalah ysng membutuhkan kajian dan layak diperjuangkan, bukan hanya oleh kampus tetapi juga oleh semua pemimpin daerah dan partai politik di Lampung.

Dengan begitu banyaknya perusahaan pemegang HGU Perkebunan di Lampung (SGC, GMP, GGPC, PTPN, Sungai Budi, PSMI, KCMU, dll) dikhawatirkan lebih dari setengah tanah Lampung telah dikuasakan dan dikelola para korporasi tersebut.

“Jika itu tidak bisa membawa kesejahteraan rakyat, jika itu tidak bisa membuat Lampung menjadi provinsi maju dan kaya, tentu kita tidak bisa menyebut bahwa semua baik-baik saja, tentu sulit bagi kita untuk mengatakan bahwa para pemimpin eksekutif dan anggota legislatif pada semua tingkatan sudah sungguh-sungguh khidmat bekerja. Wallahua'alam bishowab,” tutupnya.(wen)

SGC



Post a Comment

0 Comments